Indonesia Nyatakan Pawai Bendera Israel di Al Aqsa sebagai Pelanggaran Nyata Suasana di kompleks Masjid Al-Aqsa Palestina baru-baru ini (Foto: ANTARA/AWG)

MerahPutih.com - Ribuan warga Israel melakukan pawai bendera yang kontroversial di Yerusalem Timur pada Minggu (29/5). Hal itu dipandang dapat memicu babak baru ketegangan dengan warga Muslim Palestina.

Indonesia mengecam keras aksi pawai bendera Israel dan serangan ke wilayah Al Aqsa, yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab

“Ini adalah pelanggaran nyata statu quo dari yang disepakati atas Al Aqsa dan juga dengan demikian pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam pengarahan pers secara daring, Kamis (6/2).

Baca Juga:

Penembakan Brutal di Kompleks Rumah Sakit di Oklahoma, Empat Orang Tewas

Menyikapi peristiwa tersebut, Indonesia juga menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan langkah-langkah untuk memastikan tidak adanya eskalasi di wilayah pendudukan, karena akan menciptakan kondisi yang meningkatkan sensitivitas hubungan antaragama di antara masyarakat dunia.

“Oleh karena itu, kita mengingatkan setiap negara untuk menahan diri dan tidak mengeskalasi (konflik) dari sekarang,” tutur Faizasyah, dikutip Antara.

Massa yang mengibarkan bendera Israel berangkat dari Gerbang Damaskus—pintu masuk utama ke Kawasan Muslim Kota Tua Yerusalem—menari dan meneriakkan "bangsa Israel hidup" dan "mati bagi orang Arab".

Baca Juga:

Kunjungan Senator AS, Tiongkok Kerahkan 30 Pesawat Tempur di Sekitar Taiwan

Polisi Israel dengan perlengkapan anti huru hara memblokir jalan-jalan di sekitarnya dan secara paksa memindahkan pengunjuk rasa Palestina dari rute tersebut.

Sebanyak 79 warga Palestina terluka di Yerusalem oleh peluru karet, granat suara, dan semprotan merica. Seorang pengunjuk rasa bahkan ditembak dengan tembakan langsung.

"Sebanyak 28 orang dilarikan ke rumah sakit setelah bentrokan dengan pasukan keamanan dan demonstran Israel," kata Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Mereka menambahkan, sebanyak 163 warga Palestina juga terluka di Tepi Barat. Sedikitnya 11 dari korban cedera disebabkan oleh peluru tajam. (*)

Baca Juga:

Sanksi Setengah Hati Uni Eropa Terhadap Pasokan Minyak Dari Rusia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Motif Pembunuhan Brigadir J Mesti Diungkap Mencegah Adanya Opini Liar
Indonesia
Motif Pembunuhan Brigadir J Mesti Diungkap Mencegah Adanya Opini Liar

Polri diminta segera mengungkap motif Eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menembak Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga tewas.

Hotel di Surabaya Serap Berbagai Produk UMKM
Indonesia
Hotel di Surabaya Serap Berbagai Produk UMKM

Sebanyak 46 hotel yang menandatangani NKB itu masih sebagian kecil dari jumlah total sekitar 240 hotel di Surabaya.

Polda Metro Enggan Berkomentar Soal Status Hukum Terkini Ade Armando
Indonesia
Polda Metro Enggan Berkomentar Soal Status Hukum Terkini Ade Armando

Polisi tak kunjung memberikan informasi pasti apakah Ade Armando masih berstatus tersangka kasus dugaan penodaan agama atau tidak.

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara
Indonesia
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pukul 13.06 WIB, Rabu.

Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna
Indonesia
Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI akan mengadakan rapat pleno pengambilan keputusan tingkat 1 Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) pada Selasa (5/4) besok. "Kalau sesuai jadwal, besok sudah pleno pengambilan keputusan di tingkat 1 Baleg," kata Ketua Panitia Kerja RUU TPKS Willy Aditya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

[HOAKS atau FAKTA]: Polisi Terima Rp 10 Juta Jika Menindak Pemberi Suap Tilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Polisi Terima Rp 10 Juta Jika Menindak Pemberi Suap Tilang

Akun resmi Divisi Humas Polri (@divisihumaspolri), Divisi Humas Polri memastikan bahwa informasi yang beredar adalah hoaks.

Berkaca dari Pandemi, Jabar Butuh Puluhan Rumah Sakit dan Ribuan Puskesmas Baru
Indonesia
Berkaca dari Pandemi, Jabar Butuh Puluhan Rumah Sakit dan Ribuan Puskesmas Baru

Pascapandemi Pemda Provinsi Jabar akan meningkatkan akses pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat

Demokrat soal Koalisi Perubahan: Sebentar Lagi Capai Titik Kesepakatan
Indonesia
Demokrat soal Koalisi Perubahan: Sebentar Lagi Capai Titik Kesepakatan

"Dalam pembicaraan dari laporan tim kecil itu semakin lama semakin dekat dan pada titiknya kita akan mencapai kesepakatan," tutur Andi

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Indonesia
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

"Jadi diharapkan juga masyarakat tetap tenang karena Gunung Anak Krakatau sudah mereda,” pungkasnya.

Antisipasi Arus Balik, Jadwal Masuk Sekolah di Jabar Diundur
Indonesia
Antisipasi Arus Balik, Jadwal Masuk Sekolah di Jabar Diundur

Para siswa dan tenaga kependidikan di Jabar dapat lebih santai dan tidak melakukan perjalanan di puncak arus balik, karena diprediksi puncak arus balik akan terjadi antara tanggal 6 - 8 Mei 2022.