Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) melihat uji coba penggunaan bensin sawit pada sepeda motor di Lapangan Produksi Bensa Skala Pilot di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (25/1/2022). (ANTARA/HO-Kementerian ES

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia mulai melakukan uji coba pembuatan bensin dengan minyak sawit industri atau bensa (bensin sawit) skala demo plant untuk kendaraan bermotor, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ambisi menciptakan bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor ini muncul setelah pemerintah berhasil mencampurkan solar dan avtur beberapa waktu lalu. Uji coba pertama ini turut dihadiri langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Baca Juga:

Industri Sawit Kinclong, Dana Pungutan Ekspor Capai 69 Triliun

"Saat ini bensa masih tahap pilot project, masih butuh perjuangan yang panjang untuk menuju tahap komersial, tetapi dari skala laboratorium, dari pilot plant, tentunya kita sudah bisa mengambil parameter-parameter penting menuju ke arah skala produksi yang komersial," kata Arifin, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (27/1).

Bensa berkualitas tinggi ini akan menjadi parameter untuk penyusunan studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah merencanakan untuk bisa memproduksi bensa berkapasitas 238,5 kiloliter per hari yang akan dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Pelalawan (Riau).

Kelapa Sawit. (Foto: Antara)
Kelapa Sawit. (Foto: Antara)

Menteri ESDM menyampaikan ide membuat bensin dari minyak sawit sudah lama diinisiasi oleh Profesor Subagjo dan teman-temannya dari ITB. Kemudian dua tahun lalu, pemerintah mendorong supaya bisa dilakukan scale up dari hasil skala laboratorium.

"Dari skala pilot plant yang ada sekarang ini 1.000 liter umpan per hari, itu sudah bisa dihasilkan juga bahan bakar bensa yang pada saat katalisnya masih segar bisa menghasilkan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 115, bahan bakar yang berkualitas tinggi," ujarnya.

Produk bensa yang terbukti menghasilkan energi berkualitas tinggi sudah sesuai dengan tuntutan zaman karena masyarakat dunia sudah lebih peduli dengan penggunaan energi yang ramah lingkungan. Tuntutan ke depan, lanjut Arifin, memang harus menggunakan energi yang bersih, energi yang bisa terbarukan.

"Untuk itu langkah ini sudah tepat, tinggal bagaimana kita melaksanakannya agar proyek ini memiliki nilai komersial yang kompetitif," ucap Arifin, dilansir Antara.

bensin sawit
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Bupati Kudus Hartopo dan Perwakilan PT Pura Barutama Kudus Dandi Zulkarnain mengisi bensin sawit ke sepeda motor untuk uji coba di PT Pura Barutama Divisi Engineering Kudus, Selasa (25/1/2022). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Lebih lanjut Arifin menyampaikan bensa merupakan salah satu jenis bahan bakar nabati yang perlu terus didorong pengembangannya oleh pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dengan mengurangi impor, baik bahan bakar minyak maupun elpiji yang terbukti membebani keuangan negara.

Demo Plant bensa merupakan unit produksi bensin sawit yang mengkonversi minyak sawit industri atau IVO menjadi bensin sawit melalui proses perengkahan yang dikembangkan oleh Pusat Rekayasa Katalisis ITB (PRK ITB), Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis ITB (LTRKK ITB).

Proses konversi IVO menjadi bensin sawit dilaksanakan dalam reaktor menggunakan katalis berbasis zeolite yang juga dikembangkan oleh PRK ITB dan LTRKK ITB.

Baca Juga:

Ada Komitmen Rp 270 Triliun, Indonesia dan 100 Negara Lain Janji Hentikan Deforestasi

Pengembangan integrasi industri sawit dalam negeri dari sektor hulu hingga hilir ini merupakan kerja sama ITB dan PT Pura Barutama dengan pendanaan yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sumber bahan baku demo plant berasal dari tandan buah sawit yang diutamakan dari program replanting kebun rakyat, yang untuk uji coba ini berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, yang merupakan program kerja sama antara Dinas Perkebunan dan Koperasi Pekebun Rakyat bersama dengan peneliti ITB dan BPDPKS.

Bahan baku tersebut diolah menjadi IVO pada pilot plant IVO yang telah dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin oleh Tim Peneliti Teknik Kimia ITB bersama stakeholder terkait sebagai bagian riset terintegrasi yang juga dengan pendanaan BPDPKS dengan kapasitas 6 ton IVO per jam. (*)

Baca Juga:

Di KTT Perubahan Iklim, Jokowi Tetap Bawa Isu Sawit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengenal Hajatan Tahunan Budaya Nusantara
Indonesiaku
Mengenal Hajatan Tahunan Budaya Nusantara

Berbagai festival dan hajatan lokal seru.

Jelang MotoGP Mandalika 2022, Cek Rekomendasi Hotel Dekat Sirkuit Mandalika
Travel
Jelang MotoGP Mandalika 2022, Cek Rekomendasi Hotel Dekat Sirkuit Mandalika

Tempat menginap di dekat Sirkuit Mandalika menyajikan pemandangan epik.

Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!
Indonesiaku
Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!

Namun, di masa lalu, status jomlo di usia produktif justru membuat merah kuping pemerintah.

Aksi Para Perempuan Penghibur Masa Revolusi
Indonesiaku
Aksi Para Perempuan Penghibur Masa Revolusi

Mereka memata-matai para prajurit Belanda

Ini Daftar Maskapai Terbaik Dunia untuk Tahun 2021
Travel
Ini Daftar Maskapai Terbaik Dunia untuk Tahun 2021

Qatar Airways naik peringkat untuk merebut posisi teratas.

Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta
Indonesiaku
Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta

Pi`ie kondang sebagai pucuk pimpinan Corps Bambu Runcing (Cobra)

Hafiz Hafizah Mecca Adventure, Wisata Menarik dengan Teknologi 3D Interaktif
Travel
Hafiz Hafizah Mecca Adventure, Wisata Menarik dengan Teknologi 3D Interaktif

Event eksklusif Hafiz Hafizah Mecca Adventure bisa menjadi salah satu pilihan untuk kamu kunjungi selama masa liburan sekolah dan lebaran.

Likupang Punya Daya Tarik Potensial Bagi Para Wisatawan
Travel
Likupang Punya Daya Tarik Potensial Bagi Para Wisatawan

Likupang merupakan salah satu dari Destinasi Superprioritas yang ditetapkan pemerintah.

Kemenparekraf Gandeng ‘Ride Hailing’ untuk Pulihkan Wisata Bali
Travel
Kemenparekraf Gandeng ‘Ride Hailing’ untuk Pulihkan Wisata Bali

Ride hailing diharapkan dapat membantu UMKM dari wisata Bali.

Bangsal Witana, Cikal Bakal Keraton Cirebon
Travel
Bangsal Witana, Cikal Bakal Keraton Cirebon

Bangsal Witana dibangun Ki Gedeng Alang-alang pada abad ke-14 masehi.