Indonesia-Malaysia-Thailand Resmikan Patroli Maritim Indomalphi Ilustrasi. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Tiga menteri pertahanan dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Philipina meresmikan kegiatan Patroli Maritim Terkoordinasi Trilateral atau Trilateral Maritime Patrol Indomalphi di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (19/6).

Ketiga menteri pertahahan itu adalah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Filipina Delvin N Lorenzana.

Peresmian dilakukan di atas Kapal TNI Angkatan Laut KRI dr Suharso-990 yang ditandai dengan penekanan tombol sirene, demonstrasi Indomalphi Quick Response, Sailing Pass, dan Flying Pass. Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh panglima angkatan bersenjata masing-masing negara.

Turut hadir Menteri Senior Dr Maliki bin Osman atas nama Menhan Singapura dan Wamenhan Brunei Darussalam FADM (Ret) Dato Seri Abdul Aziz bin Haji Moh Tamit. Keduanya sebagai observer.

Kegiatan Trilateral Maritime Patrol Indomalphi ini digagas dan dilaksanakan oleh Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam rangka menghadapi tantangan keamanan terkait dengan perairan perbatasan.

Trilateral Maritime Patrol Indomalphi merupakan langkah konkret yang dilakukan ketiga negara, namun tetap dalam semangat dan sentralitas ASEAN, dalam menjaga stabilitas di kawasan dalam menghadapi ancaman nyata nontradisional seperti perampokan, penculikan, terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya di perairan/kawasan maritim.

Ketiga negara juga memandang penting kerja sama trilateral ini yang diimplementasikan dalam bentuk kerja sama praktis di lapangan secara terkoordinasi, dalam bentuk patrol maritime, yang nantinya juga akan melibatkan unsur udara dan darat.

Menhan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan, pihaknya bersyukur kegiatan yang membutuhkan proses panjang dan koordinasi cukup alot antara ketiga negara, namun dengan keinginan untuk menjaga keamanan perairan Sulu dan sekitarnya, patroli ketiga negara bisa dilaksanakan.

"Saya harap, patroli bersama ini bisa jadi titik awal dan sejarah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja sama pertahanan dalam mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan," kata Menhan.

Kerja sama pertahanan itu, lanjut Ryamizard, bisa diperluas dengan tidak hanya melakukan patroli bersama di laut, namun bisa melibatkan unsur-unsur darat dan udara dengan melibatkan negara ASEAN lainnya.

"Jaga keamanan laut di wilayah ASEAN merupakan tanggung jawab negara ASEAN. Saya yakin mereka semua bisa menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah mereka sendiri," katanya.

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE