Indonesia Luaskan Pemahaman Literasi Digital Literasi digital memberikan pemahaman mengenai berbagai hal di dunia maya. (Foto: Unsplash/Compare Fibre)

PANDEMI agaknya membuat percepatan transformasi digital semakin meluas. Pada masa ini karena hampir semua interaksi melalui teknologi digital. Sepertinya sebuah perubahan tersebut sudah merasuk disetiap sendi masyarakat Indonesia.

Sayangnya menurut survei Microsoft dalam Digital Civility Index (DCD) tahun 2020 yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya, Indonesia masuk dalam urutan terbawah di tingkat Asia Tenggara. Tentunya hal ini bertolak belakang dengan kesan ramah tamah dan sopan santun yang selama ini dikenal di masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Manfaat Rutin Bacakan Buku kepada Bayi

literasi
Kebutuhan literasi bukan sekedar membaca buku cetak saja, namun juga pemhamanan pada literasi digital. (Foto: Pexels/LeahKelley)

Maka dari itu mengutip dari Literasi Digital, perlu adanya revolusi untuk mencerdaskan anak milenial. Perlu juga percepatan program akselerasi litrasi dengan beberapa langkah.

1. Pemahaman paradigma literasi tidak hanya membaca dan bahan bacaan bukan hanya manual, melainkan digital. Literasi tidak sekadar membaca dan menulis, namun juga keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan berbentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

2. Pemenuhan akses internet di semua wilayah. Meski kita lebih aktif berada di dunia maya, namun masih banyak wilayah di Indonesia yang belum bisa mengakses Internet. Dengan menyediakan akses Internet, maka literasi digital akan semakin mudah. Suatu tempat yang tidak ada perpustakaannya juga bisa diganti e-library.

3. Implementasi konsep literasi di semua lembaga pendidikan. Kemendikbud (2017:2) merumuskan gerakan literasi secara komprehensif. Yaitu literasi dasar (basic literacy), literasi perpustakaan (library literacy), literasi media (media literacy), literasi teknologi (technology literacy) dan literasi visual (visual literacy).

4. Menumbuhkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan, kebenaran dan fakta. Hal itu tentu harus terwujud dalam kegiatan membaca yang diimbangi validasi, baik membaca digital maupun manual.

5. Masyarakat harus mengubah gaya hidupnya yang berawal dari budaya lisan, menjadi budaya baca. Rata-rata masyarakat tidak membaca karena faktor kesibukan mencari nafkah, tidak suka membaca, dan tidak adanya bahan bacaan.

Baca Juga:

Instagram Resmi Rilis Buku Panduan Baru Untuk Orang Tua Indonesia

literasi
Masyarakat harus mengubah gaya hidupnya yang berawal dari budaya lisan, menjadi budaya baca. (Foto: Pexels/SHVETS production)

Sayangnya sejauh ini yang mendapat akses pengetahuan literasi hanyalah pelajar, mahasiswa, guru, dosen, petugas perpustakaan dan lainnya. Maka gerakan literasi yang digagas Kemendikbud harus didukung. Mulai dari gerakan literasi dalam keluarga, sekolah dan Gerakan Literasi Nasional.

Untuk itu mengutip dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, bahwa program literasi digital bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat agar lebih siap dalam perubahan dan tantangan digital. Menkominfo juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang diproyeksikan memiliki valuasi mencapai USD124 miliar atau sekitar Rp1,7 triliun pada 2025.

Selain itu Kementerian Kominfo menargetkan 50 juta masyarakat Indonesia memiliki literasi digital pada 2024. Tahun 2021, Kementerian Kominfo mengelar program literasi digital melalui 20.000 pelatihan di seluruh Indonesia. Targetnya, tahun kedepatnya program literasi digital dapat menjangkau 12,4 juta peserta pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi setiap tahunnya.

Presiden Joko Widodo juga memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. Menurut Jokowi, tantangan di ruang digital kini semakin besar karena, konten-konten negatif terus bermunculan. Seperti kabar hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga konten radikalisme. (jhn)

Baca Juga:

TNI Bagikan Buku dan Ajari Anak di Perbatasan Papua-PNG Baca Tulis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JAGOAN TANGGUH NEGERI AING
Hiburan & Gaya Hidup
JAGOAN TANGGUH NEGERI AING

Lantas, bagaimana cara masyarakat miskin tumbuh dan tangguh di masa pandemi?

Seorang Pria Positif COVID-19 Selama 14 Bulan, Kok Bisa?
Fun
Seorang Pria Positif COVID-19 Selama 14 Bulan, Kok Bisa?

Seorang pria di Turki harus menjalani karantina selama 14 bulan.

WhatsApp Bakal Rilis Fitur Sembunyikan Status Online
Fun
5 Basic Skincare Ini Wajib Dipakai Remaja
Fun
5 Basic Skincare Ini Wajib Dipakai Remaja

Ayo rawat kulit kamu sejak dini.

Rihanna, Beyonce, dan Taylor Swift Masuk Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia
ShowBiz
Rihanna, Beyonce, dan Taylor Swift Masuk Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia 2021 telah dirilis.

Loki Versi Lokal
Fun
Loki Versi Lokal

Menggandeng beberapa pelaku kreatif.

Dewa United Buka Sentra Vaksinasi Gratis, Begini Cara Daftarnya
ShowBiz
Dewa United Buka Sentra Vaksinasi Gratis, Begini Cara Daftarnya

Dalam keterangan resmi yang diterima MerahPutih.com, dosis pertama akan diberikan pada 4-5 Agustus dan dosis kedua akan diberikan pada 8-9 September.

Buah yang Bagus untuk Kecantikan dan Kesehatan
Fun
Buah yang Bagus untuk Kecantikan dan Kesehatan

Buah bisa meminimalkan peradangan serta menghindari berbagai jenis infeksi.

Pengguna Internet Cenderung Menciptakan Identitas yang Berbeda dengan Dunia Nyata
Fun
Piala Presiden Esports 2021 Siap Perluas Talenta Muda
ShowBiz
Piala Presiden Esports 2021 Siap Perluas Talenta Muda

Piala Presiden Esports 2021 digelar tiga tahun berturut-turut.