Indonesia Kembali  Terpilih Jadi Anggota Badan Eksekutif UNESCO Anggota UNESCO menghadiri pembukaan rapat Sidang Umum ke 39 di kantor pusat mereka di Paris, (ANTARA FOTO/REUTERS/Philippe Wojazer)

MerahPutih.Com - Sidang Umum UNESCO ke-39 di Paris, Prancis menjadi catatan manis bagi Indonesia. Pasalnya Indonesia kembali terpilih sebagai Anggota Badan Eksekutif UNESCO periode 2017-2021.

Delegasi Tetap Indonesia untuk Unesco, Dubes TA Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Kamis mengatakan, Indonesia sebelumnya juga pernah menjadi anggota badan eksekutif di tahun 2011-2015.

Kemudian Indonesia turun dari keanggotannya untuk memberikan kesempatan negara Asia Pasifk lain menjadi anggota badan eksekutif.

Menurut Fauzi Soelaiman, pemilihan dilakukan di pagi hari Rabu saat Delegasi Tetap RI untuk Unesco, Dubes Hotmangaradja Pandjaitan memasukkan kertas suara untuk keenam grup yang ada di Unesco. Indonesia yang termasuk dalam Grup IV (Asia Pasifik) bertarung bersama enam negara lainnya untuk menempati enam kursi yang dialokasikan untuk Grup IV.

Negara lain yang mengikuti pemilihan dari Grup IV ini adalah RRT, Jepang, India, Filipina, Bangladesh dan Kepulauan Cooks.

Hasil dari pemilihan ini langsung diumumkan Rabu sore waktu Paris atau tengah malam di Indonesia dalam rapat pleno. Dari tujuh negara calon pada Grup Asia Pasifik ini, Indonesia berada dalam urutan ketiga dengan urutan perolehan suara sebagai berikut: Jepang (166), India (162), Indonesia (160), Filipina (157), RRT (155) dan Bangladesh 144 suara.

Kepulauan Cooks hanya mengantongi 91 suara sehingga tidak berhasil terpilih.

Terpilihnya Indonesia di Badan Eksekutif Unesco sangat strategis bagi kepentingan nasional mengingat negara-negara anggota badan ini mempunyai kesempatan untuk lebih menyuarakan kepentingannya dan ikut menentukan putusan-putusan Unesco dalam bidang yang ditangani, yaitu pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, serta komunikasi dan informasi.

Badan eksekutif yang terdiri dari 58 negara biasanya bertemu dua kali setahun untuk merumuskan program dan budget Unesco yang kemudian hasilnya diserahkan ke sidang umum yang beranggotakan 195 negara untuk disetujui bersama.

Fauzi Soelaiman sebagaimana dilansir Antara mengatakan bahwa sebelumnya Indonesia menjadi anggota badan eksekutif di tahun 2011-2015 dan untuk memberikan kesempatan negara Asia Pasifik lain menjadi anggota badan eksekutif tidak ikut dalam pemilihan.

Namun pada tahun 2017 ini, Indonesia kembali maju menjadi anggota badan eksekutif.

Ini merupakan keanggotaan Indonesia yang kedelapan setelah Indonesia bergabung di Unesco sejak tahun 1950. Perolehan 160 suara pada pemilihan kali ini atau masuk dalam tiga besar dalam Grup Asia Pasifik menunjukan Indonesia sangat penting untuk berkiprah di Badan Eksekutif Unesco.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH