Indonesia Juara Umum Kontes Robot di Amerika Serikat Peserta menyiapkan robot saat lomba 'Java Robot Contest VIII' di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/4). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Kabar gembira datang dari dunia robot tanah air. Indonesia berhasil menjadi juara umum kontes robot tingkat internasional di Trinity College, Amerika Serikat (AS).

Indonesia diwakili oleh Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lomba diadakan pada 1-2 April 2017.

Dalam ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) yang meloloskan tujuh negara finalis tersebut, tim PENS meraih juara satu, dua, dan tiga dalam kategori robot pemadam api beroda. Selain itu, mereka juga menjadi juara tiga untuk kategori robot pemadam api berkaki.

Sementara dua tim UMM, yakni InaMuh meraih juara satu kategori robot pemadam api berkaki dan tim Unmuh menjadi juara dua kategori robot pemadam api berkaki. Selain meraih gelat tesrebut, InaMuh juga mendapat juara poster terbaik.

Ditemui saat penyambutan di Surabaya, Jumat (7/3), salah satu peserta yang mewakili UMM Imam Fatoni mengatakan, timnya sempat mengalami kendala dua jam sebelum pertandingan dimulai.

"Suhu berubah drastis membuat motor pompa bocor. Padahal dua jam sebelum bertanding. Akhirnya bagaimana caranya robot bisa berjalan. Kami bersihkan, dan yang sempat rusak pompa juara dua kategori robot berkaki," kata mahasiswa Prodi S-1 Elektro semester VI ini.

Lomba meloloskan sejumlah negara seperti Kanada, China, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Namun menurut Imam Fatono yang bertindak sebagai mekanik, Tiongkok menjadi saingan terberat karena memiliki rekam jejak yang bagus dalam kejuaraan tersebut.

Sumber: ANTARA

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 SETARA Kritik Pemerintahan Jokowi Lantaran Tak Juga Proses Pelaku Pelanggaran HAM
Indonesia
SETARA Kritik Pemerintahan Jokowi Lantaran Tak Juga Proses Pelaku Pelanggaran HAM

"Sesuai UU 26/2000, Kejaksaan Agung akan melakukan penyidikan dan paralel dengan kerja penyidikan, Presiden Jokowi harus membentuk pengadilan HAM," kata Hendardi

2 Kota ini Jadi Tingkat Penularan Corona Tertinggi, Ketua MPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
2 Kota ini Jadi Tingkat Penularan Corona Tertinggi, Ketua MPR 'Semprot' Pemerintah

Bamsoet juga meminta pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mempertegas penerapan PSBB

[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma

“Kanan kiri pohon kurma...???? Yg kemarin nggak butuh jalan Tol, nggak usah lewat sini yah..????”.

Tunggu Arahan SBY, Fraksi Demokrat Belum Tentukan Sikap Wagub DKI
Indonesia
Santai Hadapi Persoalan Natuna, Prabowo Dianggap Takut dengan Tiongkok
Indonesia
Santai Hadapi Persoalan Natuna, Prabowo Dianggap Takut dengan Tiongkok

Menurut Silvanus, pernyataan dan tindakan Ketua Umum Partai Gerindra itu selama ini cenderung dingin.

Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Anies Baswedan menampung aspirasi mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa memprotes Undang-undang (UU) Omnibus Law.

Pemberitaan dan Konten di Media Massa bakal Diawasi Selama Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Pemberitaan dan Konten di Media Massa bakal Diawasi Selama Pilkada Serentak 2020

Dia mengatakan, kerja sama dengan para pemangku kepentingan pengawasan media massa dan lembaga penyiaran sangat dibutuhkan.

Menteri Yasonna: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru
Indonesia
Menteri Yasonna: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru

Yasonna sudah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk berkoordinasi dengan Polri dan kejaksaan.

Biro Haji Solo Sambut Baik Rencana Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional
Indonesia
Biro Haji Solo Sambut Baik Rencana Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional

Dengan dibukannya penerbangan internasional tersebut ribuan jemaah umrah bisa berangkat ke Tanah Suci.

Vaksin Merah Putih Belum Terdaftar di WHO, Pemerintah Berdalih Masih Pengembangan
Indonesia
Vaksin Merah Putih Belum Terdaftar di WHO, Pemerintah Berdalih Masih Pengembangan

Saat memasuki uji coba klinis pertama, vaksin akan diregistrasi dan terdaftar di WHO