Wisata Indonesia
Potensial, Pengembangan Wisata Sejarah Kesehatan Indonesia Virtual tour 'Jelajah Museum Kedokteran dan Rumah Sakit Bersejarah' ini merupakan bentuk komitmen Indonesia Hidden Heritage, dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan potensi pengembangan pariwis

FESTIVAL Indonesia Hidden Heritage Week (IHHW) 2021 yang diadakan Kreatif Hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) menggelar tur virtual yang bertajuk Jelajah Museum Kedokteran dan Rumah Sakit Bersejarah. Acara itu menggandeng Persatuan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedewi).

Selama tur virtual tersebut, peserta diajak mengikuti story telling tentang sejarah pendirian RS Mata dr Yap dan menjelajah cagar budaya yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut secara daring.

Baca Juga:

Jelajahi Kuliner Khas Papua di Festival Indonesia Hidden Heritage Week 2021

"Virtual tour 'Jelajah Museum Kedokteran dan Rumah Sakit Bersejarah' ini merupakan bentuk komitmen Indonesia Hidden Heritage dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan potensi pariwisata berbasis sejarah budaya, termasuk wisata kesehatan (wellness tourism)," ujar founder Indonesia Hidden Heritage (IHH) Nofa Farida Lestari pada siaran pers yang diterima Merahputih.com.

Peserta diajak mengikuti story telling tentang sejarah pendirian RS Mata dr Yap (Foto: istimewa)

Virtual tour dimulai dengan sambutan dan story telling tentang Perkedewi, sejarah pendirian Rumah Sakit Mata dr Yap, yang disampaikan oleh Ketua Persatuan Kedokteran Wisata Indonesia, dr Mukti Rahadian.

Menurut Mukti, konseptualisasi wisata kesehatan pada level kebijakan strategis yang sudah masuk dokumen pembangunan nasional, baik jangka menengah maupun pendek.

Wisata kesehatan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ada dalam proyek prioritas Kemenparekraf dan telah dicanangkan Menparekraf Sandiaga Uno di Universitas Udayana pada awal 2021.

"Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sangat mengapresiasi pengembangan konsep wisata kesehatan yang berbasis budaya, dengan menggabungkan nature (alam) dan culture (budaya)," tutur Mukti.

Lebih lanjut, Mukti menambahkan, hal itu cocok dengan teman-teman pelestari sejarah budaya yang ada di IHHW. Karena itu, pihaknya berkolaborasi menjadikan Perkedewi dan IHH sebagai salah satu ekosistem baru, yang diharapkan bisa meningkatkan daya saing di bidang kepariwisataan. Khususnya pada destinasi tematik Indonesia medical heritage.

Ketua Perkedwi mengungkapkan Menparekraf menilai pengembangan konsep wisata kesahatan berbasis budaya merupakan sebuah kearifan lokal, dengan pendekatan yang fenomenal, lantaran mengangkat kesehatan tradisional, namun ke depan akan optimal, serta menjadi andalan sektor pariwisata untuk mendatangkan devisa dan wisatawan.

Baca Juga:

Festival Indonesia Hidden Heritage Week 2021 Hadirkan Virtual Tour Lokasi Tambang Ombilin

Basis pengembangan wisata kesehatan Indonesia sendiri terdiri dari 5 pilar (Foto: istimewa)

Basis pengembangan wisata kesehatan Indonesia sendiri terdiri dari 5 pilar. Pertama yakni pilar wisata medis. Kedua, wisata kebugaran, estetika, antipenuaan, dan herbal tersertifikasi.

Ketiga, wisata ilmiah kedokteran. Keempat, wisata olahraga yang mendukung kesehatan. Kelima, dukungan sektor kesehatan di destinasi prioritas dan superprioritas.

"Orang mengenal medical tourism sebagai wisata medis berbasis rumah sakit seperti dr Yap yang memberikan pelayanan unggulan di bidang oftalmologi atau kesehatan mata. Namun sebenarnya masih ada pilar-pilar lain yang belum dikembangkan," jelas dr Mukti.

Kemudian, Mukti menambahkan, bahwa ini merupakan sebuah novelty, fundamen yang baru, yang bisa kita kemas dengan kerjasama antara Perkedwi dan IHH, untuk mengembangkan wisata-wisata kedokteran ilmiah, maupun wisata tradisional berbasis sejarah di mana saja, yang bisa kita munculkan sebagai sebuah pelayanan unggulan baru, di bidang wisata kedokteran kesehatan di Indonesia.

Dengan adanya kolaborasi antara Perkedwi dan IHH, di masa depan, Mukti berharap bisa bersama-sama mengubah paradigma, dari medical service yang selama ini dikenal sebagai wisata kesehatan berbasis rumah sakit menjadi berbasis kepada 5 pilar yang bisa dikembangkan. (Ryn)

Baca uga:

Bali, Satu Dari 4 Pilihan Wisata Indonesia untuk Menjauh dari Keramaian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 Meningkat, 'Top Gun: Maverick' Undur Jadwal Tayang
ShowBiz
Kasus COVID-19 Meningkat, 'Top Gun: Maverick' Undur Jadwal Tayang

Jadwal penayangan film Top Gun: Maverick kembali diundur.

Perlindungan Daratan dan Perairan Atasi Kepunahan
Fun
Perlindungan Daratan dan Perairan Atasi Kepunahan

Mengatasi krisis ini adalah dengan melindungi daratan dan perairan sebagai sistem penyangga kehidupan.

Gim 'Fitness Boxing' Rilis Versi Anime
Fun
Gim 'Fitness Boxing' Rilis Versi Anime

Popularitasnya membuat gim ini membuat game sekuelnya.

Bandara Polonia Tutup Layanan Komersil
Fun
Bandara Polonia Tutup Layanan Komersil

melayani penerbangan ke Hong Kong, Taipei, Amsterdam, Phuket, Chennai, Johor Bahru, Malaka, dan Ipoh.

Pentingnya Jaga Suasana Hati di Masa Kehamilan
Fun
Tak Sekadar Pemanis, Musik dalam Film Punya Segudang Manfaat
ShowBiz
Tak Sekadar Pemanis, Musik dalam Film Punya Segudang Manfaat

Soundtrack dan suara pendukung yang cocok dengan adegan akan membuat suasana dalam film semakin terasa.

Amazon Menutup Layanan ‘Kindle Store’ di Tiongkok
Fun
Amazon Menutup Layanan ‘Kindle Store’ di Tiongkok

Amazon mengikuti beberapa perusahaan yang sudah lebih dahulu hengkang.

Shad Rilis Bagasi E48SR, Cocok Buat Motor Sport!
Hiburan & Gaya Hidup
Shad Rilis Bagasi E48SR, Cocok Buat Motor Sport!

Shad merilis bagasi tipe E48SR yang cocok digunakan pada motor sport. Harganya dibanderol sekitar Rp 5,3 jutaan.

Konser Terakhir Phil Collins dan Genesis
ShowBiz
Konser Terakhir Phil Collins dan Genesis

Akhir Maret menandakan berakhirnya karier panggung Phil Collins.

Organisasi Radio Amatir di Indonesia yang Punya Peran Luas
Fun
Organisasi Radio Amatir di Indonesia yang Punya Peran Luas

Peran radio amatir Indonesia sangat strategis dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.