Indonesia Harus Jadikan Momentum Pertemuan Trump-Kim Jong Un Ciptakan Perdamaian di Kawasan Asia Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (REUTERS/KCNA)

Merahputih.com - Indonesia dinilai akan mendapat kesempatan untuk meningkatkan kekuatan diplomatiknya dengan berperan dalam menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea seiring dengan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Apalagi Indonesia memiliki hubungan baik dengan ketiga negara yaitu Amerika Serikat, Korea Utara dan Korea Selatan.

"Bagi Indonesia ada banyak kesempatan yang baik untuk mendekatkan, memajukan hubungan kedua negara, dan hubungan antara Korea Utara dan ASEAN." ujar guru besar hubungan internasional Hankook University, Korea Selatan, Yang Seung Yoon seperti dikutip BBC, selasa (12/6).

"Jadi tidak hanya di Semenanjung Korea tapi di regional Asia Timur," sambung Prof Yang.

Senada dengan Yang, guru besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara, Tirta Mursitama mengingat posisi Indonesia yang terpilih lagi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. "Ini justru menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk lebih berperan, khususnya di kawasan Asia, dalam menciptakan perdamaian," ujar Tirta.

Presiden AS Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memegang proklamasi yang menyatakan tujuannya mundur dari perjanjian nuklir Iran setelah menandatanganinya di Ruang Diplomatik Gedung Putih di Washington (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Apalagi, imbuh Tirta, ditilik dari sejarah, Indonesia memiliki kedekatan dengan Korea Utara, yang dimulai pada masa era Presiden Soekarno. "Tentu kalau kita juga mau mengkapitalisasi dari aspek sejarah, saya kira itu sangat baik dan justru karena praktis kita tidak punya masalah dengan Korea Utara. Mungkin Korea Utara semakin percaya dengan kita."

"Misalnya kalau kita lihat juga, perdagangan ekspor impor kita juga berjalan, meski dalam volume yang tidak terlalu besar, itu bisa ditingkatkan," tambah Tirta.

Pada tahun 1965, Kim Il-sung, pemimpin Korea Utara yang juga merupakan kakek Kim Jong Un, mengunjungi Indonesia dan diajak Presiden Soekarno untuk berkeliling Kebun Raya Bogor. Saat itu Kim tua tertarik dengan bunga anggrek dari Makassar.

Soekarno kemudian menamai bunga tersebut Kimilsungia dan menyebutnya sebagai simbol persahabatan abadi antar kedua negara. Pada tahun 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga putri dari Soekarno- melawat ke Korea Utara dan bertemu dengan pemimpin Kim Jong-Il, ayah dari Kim Jong Un, di Pyongyang. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH