Indonesia Fokus Jaga Perdamaian Dunia Usai Jadi DK PBB /media/32/eb/e6/32ebe6efefac0f0f8c39b7a4f4bcd3b4.png

Merahputih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan peran Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ialah mengutamakan penjagaan perdamaian negara-negara dunia.

"Fokusnya tentu perdamaian dunia, namanya saja Dewan Keamanan, itu bagaimana memberi kedamaian dan perdamaian di dunia ini. Jadi, atensi (perhatian) Indonesia adalah menjaga stabilitas dan keamanan daripada negara lain," kata Wapres Jusuf Kalla di Tokyo, Senin (11/6).

Sejumlah persoalan terkait perwujudan perdamaian di negara-negara yang sedang berkonflik menjadi perhatian Indonesia, seperti rekonsiliasi semenanjung Korea, Afganistan dan juga Rohingya,Myanmar.

"Pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan itu satu soal selesai. Upaya kita di Afghanistan kita harapkan juga bisa berjalan baik. Apa yang terjadi di Rohingya itu juga masalah-masalah yang dibicarakan di PBB," tambahnya dikutip Antara.

Terpilihnya kembali Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK-PBB untuk keempat kalinya, salah satunya merupakan upaya lobi yang dilakukan Jusuf Kalla setiap kali hadir dalam sidang Majelis Umum PBB di New York. Wapres mengatakan Pemerintah telah bekerja keras dan melakukan yang terbaik sehingga Indonesia dapat kembali dipercaya untuk terlibat langsung dalam proses perdamaian negara-negara dunia.

"Semua bekerja dengan baik, Bu Menlu (Retno Marsudi) dan stafnya itu melobi. Saya juga tentu apabila hadir di PBB itu hampir semua acara-acara, kita hadir untuk melobi negara-negara anggota lain," katanya.

Kegembiraan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi setelah Indonesia terpilih jadi anggota tidak tetap DK PBB. Foto: AP

Terkait jumlah perolehan suara Indonesia yang mengalahkan Maladewa dalam pemungutan suara di PBB, Wapres mengatakan hal itu disebabkan oleh pengalaman Indonesia terlibat langsung dengan mengirimkan Kontingen Garuda bergabung dengan pasukan perdamaian PBB. "Kalau di 'voting' itu kan suara negara besar dan negara kecil sama saja. Kalau kita kalah dengan negara besar seperti Jepang, India mungkin ya tidak apa-apa. Tapi kalau kalah dengan Maladewa kan kelewatan. Tetapi Maladewa itu pintar juga, dia mengemukakan karena dia negara kecil maka minta kesempatan," ujarnya.

Pada Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6), Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 bersama empat negara lainnya, yakni Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika. Terpilihnya Indonesia tersebut diperoleh melalui pemungutan suara dari perwakilan negara-negara. Tercatat 144 suara dari 190 negara anggota PBB memberikan suaranya untuk Indonesia.

"Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berkahir di akhir 2018," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di New York, Jumat (8/6).

Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973 hingga1974, 1995 hingga 1996, dan 2007 hingga 2008. Kampanye Indonesia untuk DK PBB telah dimulai sejak peluncurannya pada tahun 2016 di New York dan selalu mengusung prioritas Indonesia untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, memastikan sinergi antara melanggengkan perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan, serta memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meyakini Indonesia dapat berperan mewujudkan perdamaian dunia sesuai mandat konstitusional, setelah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. "Status Indonesia sebagai Anggota DK PBB bisa menjadi momentum pengokohan kiprah Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia," kata Jazuli.

Logo PBB (net)

Dia menyampaikan selamat dan bangga atas pencapaian diplomasi Indonesia hingga menjadi anggota tidak tetap DK PBB, itu merupakan satu pencapaian yang membanggakan. Indonesia memiliki mandat konstitusional yang kuat untuk turut serta mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial. "Dengan status keanggotaan DK PBB ini mandat itu akan semakin kuat dilaksanakan di pentas global," ujarnya.

Dia berharap para diplomat Indonesia mampu memainkan peran strategis ini untuk membela negara-negara dan masyarakat dunia yang masih terjajah dan tertindas seperti di Palestina dan negara-negara konflik di Timur Tengah dan Afrika.

Sekretaris Fraksi PKS DPR, Sukamta menilai terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak berbagai bangsa yang masih mengalami penindasan seperti Palestina dan Etnis Rohingya.

"Saya ucapkan selamat untuk Bu Menlu (Retno Marsudi)dan seluruh delegasi. Ditengah anggaran Kemlu yang terbatas, terpilihnya Indonesia menunjukkan kemampuan delegasi Indonesia dalam melobi dan wujud kepercayaan berbagai negara atas peran diplomasi Indonesia selama ini terutama dalam isu Rohingya dan Palestina yang terlihat cukup menonjol," kata Sukamta. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH