Indonesia Fashion Week 2020 Angkat Tema Budaya Kalimantan Indonesia Fashion Week 2020 mengangkat tema budaya Kalimantan (Foto: istimewa)

ASOSIASI Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) siap menggelar ajang fashion dan budaya terbesar di tanah air, yaitu Indonesia Fashion Week (IFW) 2020.

Untuk yang kedua kalinya, wilayah Kalimantan yang memiliki beragam budaya, diangkat oleh gelaran fashion terbesar di Indonesia ini.

Baca Juga:

Rancangan 11 Desainer Indonesia Di ASC Fashion Week New York, Bikin Takjub

“Tales of the Equator” Treasure of the Magnificent Borneo menjadi tema pilihan APPMI kali ini untuk memperkenalkan budaya Kalimantan ke mata dunia melalui fashion. Mulai dari budaya suku Dayak, Kutai hingga Banjar.

Ketua umum APPMI dan Presiden IFW Poppy Dharsono mengungkapkan tema budaya Kalimantan yang diangkat tersebut, merupakan komitmen nyata APPMI demi kemajuan dan pengembangan promosi khasanah Indonesia.

Poppy Dharsono (tengah) Mengungkapkan jika Kalimantan memiliki budaya yang sangat beragam (Foto: istimewa)

Menurut Poppy Borneo merupakan wilayah yang memiliki budaya sangat beragam, dan seperti tak pernah habis untuk menjadi inspirasi di industri fashion.

"Luasnya pulau Borneo membuat banyak daerah yang belum terjangkau pada penyelenggaraan IFW yang lalu. Karena itu kami kembali menjadikan Kalimantan sebagai sumber inspirasi untuk IFW 2020 dimana beragam karya fashion akan ditampilkan baik ready to wear, kontemporer dan modest wear," ucap Poppy dalam acara Soft Launching IFW 2020 di The Sofia Gunawarman, Jakarta.

Nantinya Borneo akan ditransformasikan dalam karya-karya desainer ternama melalui sejumlah kategori fashion. Keragaman budaya di Kalimantan akan terus berkembang dan menarik jika disatukan dengan identitas modern. Karena akan melahirkan karya-karya yang indah serta mengagumkan.

"Khasanah budaya Kalimantan sangat beragam mulai dari etnis Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Dayak Paser memiliki nuansa yang unik dan menarik. Nanti dalam gelaran IFW 2020 akan menampilkan beragam budaya Kalimantan yang ditransformasikan oleh para desainer professional tanah air ke dalam busana rancangan mereka," ujarnya.

Nantinya eragaman Kalimantan akan disatukan dengan identitas modern (Foto: istimewa)

Selain itu, perlindungan budaya dan sejarah Indonesia pun diharapkan makin meningkat, dan bisa menggerakan ekonomi secara berkesinambungan, khususnya untuk pengrajin.

Menurut Poppy, Gelaran IFW memang didesain sebagai arena pengembangan kualitas, kuantitas dan sumber daya pelaku industri fashion.

Baca Juga:

Awas! Tiga Fashion Item Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Membahayakan Kesehatanmu

Dengan kualitas dan kuantitas yang baik, industri fashion diharapkan bisa tumbuh secara berkelanjutan dan dapat meramaikan serta terserap di pasar lokal dan internasional. Hal itu lantaran promosi budaya di era ekonomi global kini semakin tak terbatas.

beragam karya fashion dari desainer ternama akan ditampilkan di IFW 2020 (Foto: istimewa)

Selain itu, APPMI juga mengadakan kerjasama dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN) - aliansi dari United Nations untuk sustainable fashion. Langkah tersebut dilakukan agar industri fashion ramah lingkungan semakin banyak di Indonesia.

Saat ini fashion merupakan industri kedua terbesar yang paling banyak mengonsumsi air dalam setiap proses produksi. Karena itu, dibutuhkan dukungan untuk mempromosikan industri fashion ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sedikit informasi IFW 2019 lalu berhasil mencatat 126.000 pengunjung dan mengantongi nilai transaksi Rp 89,1 miliar dengan 480 peserta pameran. (ryn)

Baca Juga:

Kaus Segitiga Biru Tampil di Panggung New York Fashion Week 2019

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH