Indonesia Diminta Tak Sepelekan Temuan Drone Bawah Laut di Sulawesi Analis Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta. Foto: Net

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai penemuan drone asing di perairan Selayar, Sulawesi menjadi peringatan keras terhadap kedaulatan negara. Pemerintah tidak boleh menganggap sepele masalah ini sehingga perlu dilakukan peningkatan pertahanan dari sisi SDM maupun alutsista.

Jika tidak ada reaksi apapun dari Indonesia maka aksi mata-mata dengan menggunakan drone atau model lain akan terus dilakukan

"Harus berubah dalam melihat ancaman tersebut, ini hal yang sangat serius," ujar Stanislaus, Selasa (5/1).

Baca Juga:

Drone Tiongkok 'Menyusup' ke Laut NKRI, Ahli Intelijen Wanti-Wanti TNI-AL

Ia menyarankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melayangkan surat protes kepada negara yang terbukti mengirim drone ke wilayah kekuasaan Indonesia.

"Indonesia akan terus menjadi wilayah jajahan negara lain karena dianggap tidak kuat dalam mempertahankan kedaulatannya," ucapnya.

Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini berujar, pemerintah harus mengevaluasi secara luas pengawasan kedaulatan Indonesia. Jangan sampai wilayah kedaulatan negara kita jadi arena bagi negara lain, termasuk menjadi arena konflik," tuturnya.

Wilayah Indonesia sebagai jalur transportasi, mempunyai akses yang sangat strategis secara ekonomi dan pertahanan. Namun bisa juga drone tersebut melakukan pemetaan sumber daya alam di Indonesia.

"Daerah yang kaya dan startegis pasti menjadi daya tarik bagi pihak lain," ucap Stanislaus Riyanta.

Kendaraan bawah laut tak berawak tipe glider ditemukan di lepas pantai Kepulauan Selayar Indonesia pada Desember 2020./Twitter
Kendaraan bawah laut tak berawak tipe glider ditemukan di lepas pantai Kepulauan Selayar Indonesia pada Desember 2020./Twitter

Pemerintah juga harus mempunyai drone attack untuk mengetahui keberadaan drone pengintai negara lain yang ada masuk ke Indonesia. "Lengkapi alutsista sesuai dengan tingkat ancaman yang terjadi," jelas dia.

Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, seaglider atau drone laut pada dasarnya bukan untuk kegiatan spionase atau mata-mata, tetapi untuk agenda penelitian di bawah laut.

Pernyataan itu sehubungan dengan temuan seaglider yang menyerupai roket di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Selain itu, seaglider juga berfungsi untuk mengambil data dan validitas arus.

Ia juga memastikan bahwa alat tersebut tidak bisa untuk mendeteksi kapal selam maupun kapal pada umumnya. Sebab, seaglider yang ditemukan tidak bisa menangkap sonar sebagaimana yang dimiliki TNI AL.

"Jadi tidak bisa mendeteksi keberadaan kapal kita yang atas air dan kapal-kapal yang melintas, tidak bisa," kata dia.

Akan tetapi, data-data yang terekam seaglider ini juga bisa digunakan untuk kepentingan industri maupun militer. Untuk industri, seaglider dapat digunakan untuk keperluan pengeboran hingga kedalaman air laut.

Baca Juga:

Drone Bawah Air Masuk Perairan Indonesia, Politisi PKS: Keamanan Negara Sangat Rentan

Sementara, dalam ranah militer, benda ini juga bisa digunakan untuk membuat jalur melalui data yang ditangkapnya. Adapun seaglider yang ditemukan seorang nelayan itu terbuat dari bahan alumunium. Benda ini memiliki kerangka serta dua sayap dengan diameter masing-masing berukuran 50 sentimeter.

Sementara, panjang bodi sendiri berukuran 225 sentimeter dan mempunyai antena sepanjang 93 senitemer. Selain itu, di bagian tubuh seaglider ini juga ditemukan instrumen mirip kamera. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas
Indonesia
Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas

Polisi menindak ratusan kendaraan dalam razia motor dengan knalpot bising di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet

Oknum nakes tersebut tetap harus melakukan isolasi di RSD Wisma Atlet

Dibanding Bikin RUU Ketahanan Keluarga Lebih Baik Revisi UU Perkawinan
Indonesia
Dibanding Bikin RUU Ketahanan Keluarga Lebih Baik Revisi UU Perkawinan

Nurul menyoroti beberapa pasal di RUU Ketahanan Keluarga, terutama terkait Pasal 27 huruf 3 yang mengatur hak cuti dan hak tunjangan pekerja.

Bela Negara Tak Melulu Pendidikan Militer, PKS: Pemaksaan Bisa Langgar HAM
Indonesia
Bela Negara Tak Melulu Pendidikan Militer, PKS: Pemaksaan Bisa Langgar HAM

Pendidikan kewarganegaraan ini berbentuk Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN)

Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB
Indonesia
Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB

Masyarakat masih bisa melakukan hal-hal produktif

Massa Tandingan Tolak Deklarasi KAMI, Polisi Bikin Dua Lapis Barikade
Indonesia
Massa Tandingan Tolak Deklarasi KAMI, Polisi Bikin Dua Lapis Barikade

Sejumlah massa yang menggelar deklarasi pun geram

Vaksinasi COVID-19 Nasional Sudah Jangkau 2.552.265 Orang
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Nasional Sudah Jangkau 2.552.265 Orang

Sebanyak 138.650 orang mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (6/3).

Jakarta Tutup Sejumlah Tempat Wisata
Indonesia
Jakarta Tutup Sejumlah Tempat Wisata

Sebanyak 27 destinasi wisata diumumkan dipastikan ditutup sementara waktu awal pekan depan.

Pekan Ini Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Pekan Ini Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Djoko Tjandra

Awi meminta publik memberi kesempatan kepada penyidik

Ragunan Dibuka untuk Warga DKI Saja, Pengunjung tak Boleh Berkerumun Lebih dari 5 Orang
Indonesia
Ragunan Dibuka untuk Warga DKI Saja, Pengunjung tak Boleh Berkerumun Lebih dari 5 Orang

Pintu loket Ragunan yang dibuka saat masa transisi PSBB ialah Pintu Utara di Jl. Harsono RM dan Pintu Barat di Jl. Kavling Polri