Indonesia Diminta Berperan Aktif Menjaga Perdamaian Dunia Acara diskusi bertema “Kontribusi Studi Hubungan Internasional dalam Perdamaian Dunia” PNMHII ke-28 yang diselenggarakan FKMHII 8-12 November di Jakarta. (Foto Ist)

MerahPutih Nasional - Universitas Budi Luhur (UBL) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke-28. Acara yang mengusung tema “Kontribusi Studi Hubungan Internasional dalam Perdamaian Dunia” itu diselenggarakan pada 8-12 November 2016 ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) yang dihadiri oleh 370 mahasiswa dari 51 universitas di seluruh Indonesia. 

Pendiri dan Pembina Yayasan Budi Luhur Cakti Drs. Djaetun HS selaku keynote speaker memaparkan bahwa dalam menciptakan perdamaian dunia, upaya yang dilakukan harus terlebih dahulu berasal dari negara sendiri. Senada dengan Djaetun HS, Prof. Mochtar Mas’oed, mengatakan bahwa Indonesia harus dapat memanfaatkan forum multilateral regionalnya seperti ASEAN.

Prof. Obsatar Sinaga melihat pemetaan konflik dunia dengan menganalogikan negara besar sebagai gajah-gajah yang sedang bertarung. Prof. Obsatar mengungkapkan perlunya mencermati teori "Balance of Great Power" dalam memahami situasi konflik dan kondisi ekonomi dunia saat ini, karena pada akhirnya negara-negara kecil seperti Indonesia harus mewaspadai agar tidak menjadi korban dari negara-negara besar.

“Anda bisa bayangkan, jangankan gajah-gajah yang bertarung, kalau saja ada gajah laki-laki dan perempuan bermesraan saja, dampaknya bisa merusak rumput dan tanaman di sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11).

Lebih lanjut Prof. Obsatar mengatakan, sebaiknya gajah itu diikat dengan tali yang cukup tidak terlalu longgar dan tidak terlalu kencang. Begitu juga halnya dengan sebuah negara. Sebagai negara kecil sebaiknya juga tidak melepaskan negara besar bermain, tetapi juga jangan tidak mencegah sama sekali.

Sementara itu Prof. V. Bob Sugeng Hadiwinata Ph.D  menyatakan Indonesia harus mempunyai komitmen yang kuat untuk mendukung perdamaian internasional dengan optimalisasi keterlibatan dalam peace-keeping operations (melalui UNSC) atau di luar UNSC (berdasarkan prinsip R-to-P) serta partisipasi dalam OMSP.

Seminar ini kemudian ditutup dengan tanya jawab dan foto bersama. Acara PNMHII ini akan dilanjutkan dengan agenda diskusi ilmiah, sidang forum, dan short diplomatic course yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri selama tiga hari ke depan, yang kemudian akan diakhiri dengan city tour dan closing ceremony

BACA JUGA:

  1. UBL Gelar Workshop Fotografi “Budi Luhur dalam Lensa Kamera”
  2. UBL Perpanjang Kerjasama dengan HZ University Belanda
  3. UBL Gelar Kompetisi Bidang Algoritma dan Pemrograman
  4. Samsung Galaxy S5 Kecipratan Android Marshmallow?
  5. Foto Anak Indonesia Ini Masuk Instagram Real Madrid


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH