Indonesia Butuh Pusat Pengendalian Ancaman Biologi ilustrasi (pixabay)

Merahputih.com - Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI Tugas Ratmono, menilai Indonesia butuh pusat pengendalian ancaman biologi. Karena, menghadapi hal tersebut bukanlah masalah mudah. "Butuh kesiapan yang benar-benar siap karena musuh yang kita hadapi ini tak bisa dilihat secara kasat mata tetapi dampaknya betul-betul berat. Kita mengalaminya sekarang dengan pandemi COVID-19,” kata Mayjen Tugas di Jakarta, Jumat (26/3).

Baca Juga

Satgas COVID-19 Minta Pembukaan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

Ancaman biologi sebagai ancaman terbesar umat manusia di abad modern ternyata bukan isapan jempol. Pandemi COVID-19 terbukti sudah meluluhlantakkan dan menyengsarakan kehidupan di dunia. Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang sehingga butuh sebuah lembaga khusus seperti Pusat Pengendalian Ancaman Biologi. Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu juga melihat ancaman biologi sebagai ancaman bagi pertahanan negara dan kehidupan masyarakat di era modern.

Sebelumnya dalam peringatan setahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran, 23 Maret 2021, Mayjen Tugas Ratmono berharap adanya kesinambungan dalam penanganan ancaman biologi. Keberadaan RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang telah menangani lebih dari 60 ribu pasien COVID-19 menjadi modal penting bagi negeri ini dalam menyiapkan diri menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.

ilustrasi (pixabay)

“Kami berharap ini suatu kesinambungan, karena negara perlu semacam pusat pengendalian ancaman biologi atau apapun namanya. Kalau melihat perjalanannya, wabah tidak pernah selesai, ini kita teruskan untuk menjadi suatu tempat pusat penanganan ancaman biologi ke depan untuk bangsa Indonesia yang kita cintai,” katanya.Menurut Mayjen Tugas, Indonesia memang sudah memiliki berbagai elemen untuk menghadapi ancaman biologi. Namun, elemen tersebut perlu berjalan dalam sebuah keterpaduan yang integratif sehingga bisa efektif dalam menangani pandemi.“Untuk itu perlunya pusat pengendalian ancaman biologi agar muncul keterpaduan semua kekuatan bangsa. Tanpa keterpaduan, tidak akan berjalan efektif,” katanya.Ia mencontohkan pada awal masa pandemi, begitu banyak kesimpangsiuran informasi. Anggapan remeh terhadap potensi ancaman COVID-19 pun bermunculan.“Pusat pengendalian penting keberadaannya untuk menjadi pusat penelitian ancaman biologi untuk memitigasi ancaman di masa mendatang. Agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi, pusat pengendalian bisa melapor ke Presiden karena segala informasi ancaman biologi sudah diteliti,” ujarnya.

Baca Juga

Warga Madura dan Minang Paling Banyak Tolak Divaksin COVID-19

Seruan Mayjen TNI Tugas Ratmono agar Indonesia memiliki pusat pengendalian ancaman biologi mendapat dukungan banyak pihak antara lain Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo. “RSDC Wisma Atlet Kemayoran bisa dijadikan tempat untuk laboratorium, sebagai tempat pembelajaran, tempat penelitian, sehingga ke depan manakala kita menghadapi pandemi-pandemi yang seperti ini, bangsa kita lebih siap dan lebih tangguh,” kata Doni Monardo. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemudik yang Pakai Motor Juga Bakal Diperiksa di Lokasi Penyekatan
Indonesia
Pemudik yang Pakai Motor Juga Bakal Diperiksa di Lokasi Penyekatan

"Untuk pemudik menggunakan motor akan diperiksa di titik penyekatan," ujar Sambodo kepada wartawan, Rabu (5/5).

DPR Minta Kominfo Lalukan Survei Berkala Terkait Vaksinasi COVID-19
Indonesia
DPR Minta Kominfo Lalukan Survei Berkala Terkait Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi harus segera dilakukan kepada masyarakat sebanyak-banyaknya agar tercipta herd immunity.

5 Program Pemkot Bandung Hadapi PHK dan Pengangguran
Indonesia
5 Program Pemkot Bandung Hadapi PHK dan Pengangguran

"Dari awal 2020 sampai hari ini, awalnya 8,16 persen menjadi 11,19 persen. Atau dari 105 ribu kini menjadi 147 ribuan,” ungkap Marsana.

Setengah Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Larangan Mudik
Indonesia
Setengah Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Larangan Mudik

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total 512.876 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek menuju arah timur, barat, dan selatan.

Jaksa KPK Kabulkan Permohonan Justice Collabolator Matheus Joko Santoso
Indonesia
Jaksa KPK Kabulkan Permohonan Justice Collabolator Matheus Joko Santoso

"Status justice collaboratore dapat diberikan pada Matheus Joko Santoso karena telah memenuhi kriteria," kata Jaksa KPK Ikhsan Fernandi

Habiskan Stok Moderna, Relawan Disuntik Vaksin Penguat
Indonesia
Habiskan Stok Moderna, Relawan Disuntik Vaksin Penguat

Kebijakan pemberian vaksinasi penguat untuk relawan tersebut, sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait dan dipastikan sudah mendapat izin dari pemerintah daerah.

Anies Amini Pernyataan Setneg, Bamsoet Bakal Klarifikasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ibu Kota Dipindah, Separuh Pulau Kalimantan Bakal Dijual
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ibu Kota Dipindah, Separuh Pulau Kalimantan Bakal Dijual

Artinya, luas separuh Kaltim mencapai 6.367.346 hektare

Warga Non-DKI Bisa Vaksin di Jakarta, Begini Caranya
Indonesia
Warga Non-DKI Bisa Vaksin di Jakarta, Begini Caranya

Selain warga KTP DKI dan warga KTP non DKI Jakarta, pihaknya juga menerima vaksinasi untuk penyandang disabilitas

Vaksinasi Modal Besar Dukung PTM, Tetapi Bukan Sebagai Syarat
Indonesia
Vaksinasi Modal Besar Dukung PTM, Tetapi Bukan Sebagai Syarat

Ia menilai bahwa terjadi penurunan capaian belajar pada anak selama kurun waktu tersebut