Indonesia Butuh Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Ilustrasi Jalan Tol (Foto: PUPR).

MerahPutih.com - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara selama lima tahun ini, dalam menyediakan dana infrastruktur terus mengalami peningkatan yang diikuti dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, secara proporsi alokasi APBN saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen dari kebutuhan pendanaan. Sehingga diperlukan solusi alternatif untuk menutup funding gap sebesar 70 persen.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB masih jauh di bawah standar global.

Baca Juga:

Editor Metro TV Tewas Dibunuh, Polisi Korek Rekan-Rekan Sekantor Korban

Berdasarkan data Bappenas tahun 2019, stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB meningkat dari 35 persen pada 2015 menjadi 43 persen di awal 2019.

"Perbaikan tersebut masih jauh dari target rata-rata stok infrastruktur negara-negara di dunia yakni sebesar 70 persen," katanya, Sabtu, 11 Juli 2020.

Sedangkan menurut laporan World Economic Forum pada 2019, posisi daya saing infrastruktur Indonesia terhadap negara-negara di Asia berada pada peringkat 72 dari 140 negara dalam penilaian index daya saing infrastruktur.

Perumahan
Pembangunan Perumahan. (Foto: PUPR)

Dalam wilayah ASEAN dan China posisi indeks daya saing Indonesia berada di peringkat kelima setelah Singapura, Malaysia, China, dan Thailand.

"Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Indonesia mutlak membutuhkan percepatan pembangunan yang masif dan terdistribusi secara merata," ungkapnya. (ARR)

Baca Juga:

Kediri Belum Zona Hijau, Warga tak Bermasker Terancam Bayar Denda



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH