Indonesia Borong Dua Gelar di New Zealand Open 2019 Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Foto: PBSI

MerahPutih.com - Indonesia sukses memborong dua gelar dari turnamen New Zealand Open 2019. Dua trofi tersebut dipersembahkan oleh Jonatan Christie dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Jonatan Christie mempersembahkan gelar pertama setelah di laga final mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-12, 21-13. Hasil ini memperbaiki capaian yang diraih Jonatan pada tahun lalu di kejuaraan ini, ia menjadi runner up setelah dikalahkan Lin Dan (Tiongkok).

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu tampil baik di partai final, permainannya rapi dan cenderung minim kesalahan sendiri. Hal ini membuat Ng tak dapat mengembangkan permainannya dan banyak melakukan kesalahan beruntun.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dilari-lariin. Jadi saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan, mungkin ini yang bikin dia nggak enak mainnya," ujarnya dilansir Badminton Indonesia, Minggu (5/5).

Kemenangan ini tak hanya menjadi bekal bagi Jonatan untuk berada di jajaran atas peringkat dunia tunggal putra, tapi juga memperbaiki rekor pertemuannya dengan Ng. Dua pertemuan pertama berhasil dimenangkan Jonatan atas Ng, namun Ng unggul dalam empat pertemuan terakhir.

Jonatan Christie. Foto: PBSI

"Saya mencoba kembali ke penampilan saya di Malaysia dan Singapore Open kemarin. Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke olimpiade. Saya berusaha tampil enjoy, rileks, nggak mikirin harus menang, harus dapet poin sekian sekian," sambungnya.

Sementara itu, Hendra/Ahsan membeberkan kunci kemenangan atas Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang), dengan skor 20-22, 21-15, 21-17.

Tampil sabar menghadapi Endo/Watanabe, diklaim Hendra/Ahsan yang merupakan juara All England 2019 ini sebagai kunci kemenangan mereka. Wakil Jepang tersebut memang memiliki pertahanan rapat yang tak mudah untuk ditembus. Hendra/Ahsan mesti kehilangan game pertama walaupun sempat memimpin perolehan angka 18-16.

"Sebetulnya tidak ada perbedaan di game pertama, kedua dan ketiga. Kalau menghadapi mereka memang harus lebih sabar saja dari awal. Pasangan Jepang ini punya defense yang kuat, tipe main mereka memang defense dulu baru balik serang," kata Ahsan

Gelar ini semakin mengokohkan posisi Hendra/Ahsan di jajaran elit ganda putra dunia. Saat ini Hendra/Ahsan ada di peringkat empat dunia. Ketika ditanya soal target jelang olimpiade, Hendra/Ahsan menyebutkan jika mereka ingin menikmati pertandingan mereka.

"Target kami cuma main bagus dan enjoy, menikmati pertandingan-pertandingan kami," pungkas Ahsan. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH