Indonesia Bisa Upayakan Mediasi Damai Rusia-Ukraina di G20 Tangkapan layar- Pengamat Tenggara Strategics sekaligus wartawan senior The Jakarta Post Endy M. Bayuni. ANTARA/Katriana

MerahPutih.com - Perang antara Rusia dan Ukraina hingga kini masih berlangsung. Pembicaraan terkait gencatan gencatan kedua negara belum menemui titik temu.

Pengamat Tenggara Strategics sekaligus wartawan senior The Jakarta Post Endy M Bayuni menilai, presidensi Indonesia di Forum G20 memiliki peran penting untuk memediasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

"Kita perlu terus mempersiapkan agenda G20. Tapi kita juga harusnya menggunakan jabatan di G20 dengan segala pengaruhnya untuk mencari perdamaian (Rusia-Ukraina)," kata Endy dalam webinar bertajuk "Presidensi G20 dan Konflik Rusia-Ukraina: Bagaimana Indonesia harus bersikap?", di Jakarta, Selasa (15/3).

Baca Juga:

Tiongkok Bantah Tuduhan Persenjatai Rusia dalam Serangan ke Ukraina

Endy mengatakan bahwa potensi sanksi dan isolasi yang diberlakukan negara-negara Barat terhadap Rusia atas invasinya di Ukraina akan berdampak besar terhadap perdagangan, ekonomi, dan sistem keuangan global.

Sementara itu, G20 sebagai sebuah organisasi finansial dan keuangan disebutkan juga akan terpengaruh oleh konflik yang terjadi.

"Rusia bukan negara kecil. Kalau ada sanksi dan isolasi ini dampaknya akan besar terhadap sistem perdagangan, keuangan dan ekonomi," katanya, seperti dikutip Antara.

Oleh karena itu, alih-alih memisahkan forum tersebut dari isu konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia --Rusia merupakan salah satu negara anggota di dalam forum tersebut, Indonesia dianggap bisa memanfaatkan perannya sebagai Presiden G20 untuk mengupayakan mediasi damai antara kedua negara.

"Kalau kita berbicara sistem keuangan global itu upside down, berantakan begini, terus buat apa G20 dilanjutkan kalau tidak ada usaha untuk perbaikan?" kata Endy.

Baca Juga:

Lewat Emoji, Warga Rusia Tolak Invasi ke Ukraina

"Kalau tidak ada presidensi G20, kita hanya berbicara sebagai kolektif ASEAN. Sementara G20 itu punya pengaruh yang sangat besar. Sayang kalau tidak digunakan," kata dia lebih lanjut.

Selain mengupayakan mediasi damai untuk Rusia dan Ukraina, ia melihat Indonesia bisa memanfaatkan perannya di G20 untuk meredam ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS).

"Jadi harus ada usaha untuk menggunakan posisi ini untuk menjalin perdamaian atau mengurangi ketegangan," katanya.

Namun demikian, meskipun mendorong peran Indonesia di G20 untuk mediasi damai Rusia-Ukraina, Endy juga menyarankan agar upaya mediasi tersebut dilakukan secara hati-hati.

"Jadi ada kepentingan yang bisa dibenarkan kenapa kita harus berhati-hati," katanya. (*)

Baca Juga:

Rusia Ditetapkan Sebagai Dark Zone di 'Pokemon Go'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Optimalkan Asset Recovery Kasus Korupsi
Indonesia
KPK: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Optimalkan Asset Recovery Kasus Korupsi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik penandatanganan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.

Presiden Rusia, Jerman dan Perancis Bahas Krisis Gandum dan Pupuk Dunia
Dunia
Presiden Rusia, Jerman dan Perancis Bahas Krisis Gandum dan Pupuk Dunia

Moskow bersedia membahas cara-cara untuk memungkinkan Ukraina melanjutkan pengiriman gandum keberbagai negara.

Belum Ada Penumpukan Pemudik di Terminal Kalideres Jakbar
Indonesia
Belum Ada Penumpukan Pemudik di Terminal Kalideres Jakbar

Belum ada penumpukan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran di Stasiun Kalideres, Jakarta Barat pada hari ke-9 puasa Ramadan 1443 Hijriah/2022.

[HOAKS atau FAKTA]: Erdogan Menolak Berjabat Tangan dengan Presiden Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Erdogan Menolak Berjabat Tangan dengan Presiden Jokowi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak berjabat tangan dengan Presiden Jokowi dan memilih berjabat tangan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bharada E Dikawal LPSK 24 Jam
Indonesia
Bharada E Dikawal LPSK 24 Jam

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) langsung melakukan pendampingan kepada salah satu tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Konsumsi BBM Subsidi Meningkat
Indonesia
Konsumsi BBM Subsidi Meningkat

Terkait adanya dugaan peralihan konsumsi masyarakat dari pertamax ke pertalite, hal itu menjadi kehendak konsumen sebagai pemilik kendaraan.

KPK Buka Peluang Jerat Bupati PPU dengan Pasal Pencucian Uang
Indonesia
KPK Buka Peluang Jerat Bupati PPU dengan Pasal Pencucian Uang

KPK membuka peluang untuk menjerat Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas'ud dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Nabil Haroen: Pemerintah Perlu Hati-hati Hapus Kebijakan Tes PCR
Indonesia
Nabil Haroen: Pemerintah Perlu Hati-hati Hapus Kebijakan Tes PCR

Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen menilai, pemerintah perlu mengkaji serius dan hati-hati dalam pelonggaran tersebut.

3 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Tol Solo-Kertosono
Indonesia
3 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Tol Solo-Kertosono

Akibat kejadian itu, tiga orang tewas.

Polri Peringatkan Peritel Tak Naikkan Harga Minyak Goreng Per 1 Februari
Indonesia
Polri Peringatkan Peritel Tak Naikkan Harga Minyak Goreng Per 1 Februari

Satgas Pangan Polri memperingatkan seluruh ritel di Indonesia sudah menerapkan harga jual minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yakni Rp 14 ribu per 1 Februari 2022 nanti.