Indonesia Belum Siap Naik-Turunkan Harga BBM SPBU di Kramat Raya, Jakarta Pusat sudah siap dengan peluncuran BBM Ron 90 atau Pertalite pada Jumat (24/7) mendatang. (Foto: MerahPutih/Restu Fadilah)

MerahPutih Bisnis - Kebijakan menaikkan dan menurunkan harga BBM dengan waktu yang relatif singkat sulit diterapkan di Indonesia. Hal tersebut karena di Indonesia, berbeda beberapa negara lain, naik-turun harga BBM tidak serta merta diikuti dengan penyesuaian harga-harga lain khususnya kebutuhan pokok dan jasa transportasi.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, masyarakat Indonesia masih belum terbiasa dengan naik dan turunnya harga BBM. Sebab, kata Agus, ketika harga BBM turun, tarif angkutan umum dan harga kebutuhan pokok tidak ikut turun. Sementara saat harga jual BBM naik, justru dijadikan kesempatan oleh pedagang dan operator jasa angkutan untuk menaikan tarif.

"Kita itu belum bisa seperti di Amerika, dan negara lainnya yang setiap dua atau satu minggu sekali harga BBM-nya naik-turun," katanya dengan nada tegas dalam diskusi publik 'Energi Kita', di Jakarta, Minggu (11/10).

Selain itu, kebijakan penurunan dan kenaikan harga BBM sulit dilakukan ketika pemenuhan kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan impor sebesar 60 persen. Kalau memang ingin harga dinaikan atau diturunkan, saran Agus, paling cepat dilakukan setahun sekali. Dengan demikian, harga komoditas akan lebih stabil.

"Paling cepat diturunkan atau dinaikan setahun lah," pungkasnya. (rfd)


Baca Juga:

  1. BI Klarifikasi Terkait Kritik Penurunan Harga BBM
  2. APRINDO Bingung Jokowi Minta Pertamina Hitung Ulang Harga BBM
  3. Pemerintah Akan Umumkan Harga BBM Minggu Ini
  4. Kementerian ESDM Masih Kaji Harga BBM
  5. Penurunan Harga BBM dalam Paket Ekonomi III Hanya Pencitraan


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH