Indonesia Agresif Amankan Jutaan Vaksin, Tenaga Kesehatan Bakal Dapat Prioritas Ilustrasi - Satu botol botol vaksin virus corona Covid-19 di laboratorium. (ANTARA/Shutterstock/pri)

MerahPutih.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir memastikan tenaga kesehatan akan menjadi prioritas pertama program vaksinasi.

Dengan begitu, maka para tenaga kesehatan bisa menangani pasien COVID-19 tanpa khawatir tertular.

"Tidak yang lain," kata Erick saat dalam acara Doa Perawat Untuk Negeri yang disiarkan di akun YouTube BNPB, Selasa (15/9).

Baca Juga:

Luhut Minta Tambahan 20 Juta Vaksin COVID-19 Pada UEA

Menurut Erick, hal ini bagian dari strategi bagaimana memastikan perlindungan total bagi perawat yang saat ini berjibaku memerangi COVID-19.

Erick Thohir menargetkan, vaksin yang saat ini dikembangkan bisa tersedia pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Indonesia bekerja sama dengan sejumlah negara untuk mendatangkan vaksin, misalnya dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac dan perusahaan Uni Emirat Arab, Group 42.

Selain itu, Indonesia juga mengembangkan vaksin sendiri yang disebut sebagai Merah Putih.

Indonesia juga menjamin kehalalan vaksin yang dikembangkan. Satgas Penanganan COVID-19 sudah mengirimkan BPOM ke UEA dan ke Tiongkok untuk melakukan pengujian sesuai standar halal di Indonesia. Pengujian tersebut pun turut mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri
Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri

Selain itu, ketika melakukan pengetesan di Bandung terhadap Vaksin Merah Putih, Satgas pun turut mengajak MUI.

Sejak Maret 2020, tuturnya, BUMN terus bekerja sama dengan Kemenkes, Balitbangkes, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna mencari solusi Vaksin Merah Putih dan dari negara lain.

"Saya juga bertemu dengan Wakil Presiden guna mengantisipasi agar vaksin ini terjamin kehalalannya," katanya.

Erick juga telah mengamankan vaksin dari luar negeri dengan jumlah melebihi warga negara Indonesia.

Negara lain yang melakukan hal serupa adalah Inggris yang sudah mengamankan vaksin sebanyak 250 juta padahal jumlah penduduknya hanya berkisar 60 juta jiwa.

"Lalu kami harapkan 280 juta vaksin tambahan sampai 310 juta dari luar negeri karena di perjanjian ada 10 persen bahan untuk kita," paparnya.

Pria yang juga Menteri BUMN ini mengklaim, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang paling agresif untuk mencari vaksin.

“Kita, saya rasa negara di Asia Tenggara yang sangat agresif (soal vaksin COVID-19) dan kalau dengan dunia juga kita masuk kategori negara yang sudah bisa men-secure vaksin dari beberapa patner,” ujar Erick.

Baca Juga:

Diplomasi Vaksin COVID-19 Ala Indonesia


Ia menambahkan, Indonesia tak boleh ketinggalan dalam mendapatkan vaksin.

Sebab, lanjut dia, Inggris saja yang memiliki jumlah populasinya sekitar 60 juta jiwa sudah mengamankan 200 juta vaksin COVID-19.

“Tentu kita tidak boleh tertinggal, karena itu kita agresif,” kata mantan bos Inter Milan itu. (Knu)

Baca Juga:

Dibutuhkan, 8.000 Pesawat Kargo Khusus Mengangkut Vaksin Virus Corona


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH