India Larang TikTok, Aplikasi Ini Malah Jadi Populer Popularitas TikTok digeser oleh Aplikasi Video Lokal India (Foto: anadoluagency)

INDIA larang TikTok demi keamanan negaranya. Aplikasi TikTok diduga terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan, integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.

Hal ini terjadi setelah Tiongkok dan India bentrok di perbatasan Himalaya. Pemerintah India menyatakan pemblokiran aplikasi untuk keamanan data pengguna.

Baca juga:

Facebook Matikan Aplikasi Lasso, Gagal Saingi TikTok?

Akibat ketegangan antara India dan Tiongkok, Aplikasi TikTok dilarang di India (Foto: pixabay/shivamjoker)

Buntut dari pelarangan aplikasi TikTok tersebut menjadi angin segar bagi aplikasi video lokal untuk meraih popularitas. Alhasil Roposo yang merupakan salah satu aplikasi video lokal India, popularitasnya mendadak meroket tajam.

Seperti yang dilansir dari laman Reuters, sejak diterapkannya larangan aplikasi TikTok di India, Roposo dibanjiri 22 juta pengguna dalam waktu dua hari.

Roposo merupakan aplikasi berbagi video India mirip TikTok. Aplikasi ini dua tahun lebih tua dari TikTok. Popularitasnya juga sangat kalah dari TikTok.

Baca juga:

India Larang Penggunaan Aplikasi TikTok dan WeChat, Ada Apa?

Lonjakan drastis pengguna baru membuat tim Roposo harus kerja lebih keras demi kenyamanan pengguna. "Pada beberapa hari terakhir ini, saya tidur total hanya lima jam, begitu juga seluruh tim kami," ucap pendiri Roposo Mayank Bhangadia.

Aplikasi video lokal Roposo mendadak dibanjiri oleh pengguna di India (Foto: fresherlive)

Sebelum TikTok dilarang pemerintah India, jumlah unduhan Roposo di Play Store sekitar 50 juta. Namun saat ini aplikasi tersebut telah didownload lebih dari 80 juta orang. Mayank Bhangadia menargetkan bisa menjaga momentum tersebut dan mencapai lebih dari 100 juta unduhan.

Saat ini perusahaan Roposo yang berbasis di Bengaluru, India, memiliki 200 orang staf. Seiring melonjaknya popularitas Roposo, perusahaan berencana untuk mempekerjakan sekitar 10 ribu orang dalam dua tahun ke depan. (ryn)

Baca juga:

Ketika Robot Artificial Intelligence Jadi Peran Utama dalam Film

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH