India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari PM Narendra Modi berbincang dengan pasien di sebuah RS di wilayah Himalaya bagian Ladakh. ANTARA FOTO/India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS/pras/djo

MerahPutih.com - India mencatatkan lebih dari 49.000 kasus baru COVID-19 serta 740 kasus kematian pada Jumat (24/7). Jumlah itu sebagai rekor baru kasus harian. Dilaporkan juga situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit sejumlah negara bagian.

Dengan jumlah kasus infeksi yang hampir menyentuh angka 1,3 juta di India, otoritas lokal berjuang memproduksi versi generik obat remdesivir, yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam percobaan pengobatan pasien COVID-19 yang parah.

Baca Juga:

Lagi, Tiongkok Tutup Pasar Ikan Setelah Ditemukan Kasus Baru Corona

"Permintaan semakin tinggi, sejalan dengan meningkatnya kasus secara cepat di negara bagian ini," kata pejabat senior urusan obat-obatan di Negara Bagian Maharashtra, dikutip Antara.

"Pasokan obat saat ini terbatas, namun perusahaan menjamin bahwa mereka akan menyediakan lebih banyak lagi dalam sepekan ini," ujar pejabat tersebut menambahkan.

Wilayah India di-lockdown selama 21 hari. Foto: nbcpalmsprings.com
Wilayah India di-lockdown selama 21 hari. Foto: nbcpalmsprings.com

Sejauh ini, di seluruh India terdapat sebanyak 30.601 pasien COVID-19 yang meninggal dunia, 40 persen di antaranya di Maharashtra.

Maharashtra juga menjadi wilayah terparah yang terkena wabah di negara itu, dengan total hampir 350.000 kasus. Dari angka itu, 60 persen dilaporkan berasal dari Mumbai, pusat keuangan India, dan kota-kota satelit.

Baca Juga:

Tiongkok Konfirmasi 14 Kasus Baru COVID-19, Penularan Lokal Terdapat di Xinjiang

Terkait lonjakan permintaan atas remdesivir, perusahaan farmasi Gilead Sciences pada Mei dan Juni telah mengizinkan enam perusahaan obat India, serta tiga perusahaan asing, untuk membuat dan menjual versi murah obat tersebut kepada 127 negara berkembang.

Sejauh ini, baru tiga perusahaan di India yang mampu memasok remdesivir generik, yakni Hetero Labs, Cipla, dan Mylan NV. Perusahaan-perusahaan lainnya masih menunggu persetujuan otoritas terkait, atau masih menyiapkan produksi.

"Hal ini tidak dapat diburu-buru," kata P.D. Vaghela, pejabat Departemen Obat-obatan India. Ia menambahkan bahwa otoritas melakukan langkah ketat dalam melarang penjualan obat itu secara gelap. (*)

Baca Juga:

Bebas COVID-19 Sejak Tiga Bulan Lalu, Vietnam Umumkan 12 Kasus Baru

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Wilayah Ini Bakal Tak Ada Lagi Pengetatan
Indonesia
Ratusan Wilayah Ini Bakal Tak Ada Lagi Pengetatan

Doni mengaku bahwa 124 kabupaten/kota tersebut belum tentu aman 100 persen selama beberapa hari ke depan.

Pengamanan RS Darurat Wisma Atlet Diperketat, Ada Apa?
Indonesia
Pengamanan RS Darurat Wisma Atlet Diperketat, Ada Apa?

Terkait dengan percepatan penanganan COVID-19, Yudo mengimbau masyarakat yang untuk tetap berada di rumah

Babinsa dan Binmas Diminta Kolaborasi Cegah Kerumunan Masyarakat
Indonesia
Babinsa dan Binmas Diminta Kolaborasi Cegah Kerumunan Masyarakat

Keterlibatan TNI membantu penanggulangan bencana ini sudah diatur dalam UU TNI

Begini Operasi Yustisi 14 Hari Satpol PP Jakarta
Indonesia
Begini Operasi Yustisi 14 Hari Satpol PP Jakarta

Operasi simpatik ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar selalu disiplin menaati protokol kesehatan.

Senin Pagi, Pengguna KRL Melonjak 9 Persen
Indonesia
Senin Pagi, Pengguna KRL Melonjak 9 Persen

"Khusus di Stasiun Bogor pada pagi hari ini jumlah pengguna tercatat 11.701 pengguna hingga pukul 10.00," jelas Anne

Pemimpin Milenial untuk 2024? Ini Kata Megawati
Indonesia
Pemimpin Milenial untuk 2024? Ini Kata Megawati

Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Pilkada Serentak 2020 adalah bagian dari visi menuju pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2024.

Peneliti ITS Ciptakan Alat Pendeteksi COVID-19 Lewat Bau Ketiak
Indonesia
Peneliti ITS Ciptakan Alat Pendeteksi COVID-19 Lewat Bau Ketiak

Peneliti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membuat alat pendeteksi COVID-19 lewat bau keringat ketiak yabg diberi nama i-Nose C-19.

Rawan Disalahgunakan, KPU Solo Bakar 8.237 Surat Suara Rusak
Indonesia
Rawan Disalahgunakan, KPU Solo Bakar 8.237 Surat Suara Rusak

Pemusnahan dilakuakan sebagai antisipasi adanya penyalahgunaan kertas suara rusak.

Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya
Indonesia
Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya

Camat Johar Baru, Nurhelmy Fitriyani mengungkapkan, kendala untuk mengatasi banjir di wilayahnya.

Dalil Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tidak Layak Jadi Tersangka
Indonesia
Dalil Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tidak Layak Jadi Tersangka

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 7/PUU-VII-2009 telah mengubah rumusan delik penghasutan dalam pasal 160 KUHP dari delik formil menjadi delik materiil.