Fashion

Indahnya Ragam Kebaya Indonesia di Merajut Nusantara

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 16 Agustus 2018
Indahnya Ragam Kebaya Indonesia di Merajut Nusantara
Ragam Kebaya di pagelaran "Merajut Nusantara" (Foto: kolase merahputih/istimewa)

DENGAN mengusung tema Merajut Nusantara, desainer ternama tanah air Vera Anggraini atau yang dikenal Vera Kebaya, menampilkan berbagai kebaya dari seluruh penjuru nusantara.

Sebanyak 40 kebaya pernikahan dari bebagai daerah di tanah air yang kental tradisi hadir untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke 73 Indonesia. Penampilan desain kebayanya itu digelar hari Rabu (15/8) di Hotel Rafles, Jakarta.

"Merajut Nusantara merupakan wujud kecintaan saya akan budaya pernikahan Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke yang sangat kaya akan warna, corak, dan tradisi lewat pagelaran busana dan hiasan adat yang penuh variasi," ucap Vera Anggraini saat ditemui merahputih.com di pagelaran busana Merajut Nusantara.

Vera Anggraini bersama para model yang mengenakan kebaya rancangannya (Foto: istimewa)

Alunan nada etnik pentatonit KuaEtnika terdengar merajut rasa membuka penampilan Merajut Nusantara. Musik karya Djadik Ferianto membuka acara dengan alunan tradisional mengiringi barisan ibu-ibu adat yang membantu tata rias pada pagelaran tersebut.

Sebuah hentakan nada tinggi seakan menjadi pertanda dimulainya sekuens KHATULISTIWA. Pada bagian ini adaa 13 koleksi kebaya dari Sulawesi dan Indonesia Timur. Vera mempertunjukan keindahan warna dan bentuk kekayaan tradisi Bali, Kutai, NTT, Papua, Toraja, Mamuju dan Bugis.

(Foto: istimewa)

Hingga saatnya hening menempa dan wangi dupa Ratus Bokor mengubah suasana di seantero Dian Ballroom, Hotel Rafles Jakarta. Lalu, dua abdi dalem dengan perlawan membawa ratus dan payung membuat penonton terbawa pada suasana sakral dari JAWA DWIPA.

Sekuens kedua menampilkan 12 koleksi dengan alunan musik etnis Jawa dengan ritme lambat. Tampilan kebaya Jawa yang idenya datang dari siluet kebaya encim serta kutubaru.

(Foto: istimewa)

Setelah itu SWARNA DWIPA, menjadi sekuens yang membawa penonton ke Pulau Sumatera. Diawali dengan para penari kontemporer bergaya Padang. Hadir 15 koleksi kebaya melanjutkan sekuens tersebut dengan siluet kebaya penuh variasi ala Vera, yang tak jauh dari pakem.

Dengan warna-warna yang memancarkan kilauan emas yang kian cemerlang, SWARNA DWIPA menjadi penutup rangkaian sekuens yang penuh dengan keindahan budaya Indonesia.

(Foto: istimewa)

Pagelaran bermuatan etnis ini berlangsung sangat meriah. Fashion show Vera mengundang apresiasi positif semua tamu yang hadir. Keindahan koleksi, kecantikan model-modelnya dan musik yang megah, melebur menciptakan keindahan Indonesia malam itu.

Pada koleksi yang dipamerkan dipagelaran kali ini. Vera menampilkan ragam busana yang kaya, dari mulai bentuk kebaya, pemilihan bahan hingga warna. Bahan yang diusung yaitu brokat, beludru, tenun, organditile, dengan warna emas, merah, hijau, marun, biru, silver dan ungu.

(Foto: istimewa)

Bentuk serta pola dari kebaya tersebut diramu oleh Vera di atas keindahan kain tradisional masing-masing daerah dengan nuansa warna yang berbeda lewat 40 kebaya yang ditampilkan tersebut.

Dari Pagelaran itu, Vera berharap agar generasi muda semakin bangga mengenakan busana daerah, sekaligus menandai jika kebaya dapat menjadi busana yang fleksibel untuk dikenakan sejak dulu hingga zaman now.

"Saya mendesain dan menciptakan kebaya yang bisa dikenakan oleh lintas suku dan dipadupadankan dengan kain lokal. Saya juga melihat telah banyak generasi muda yang sekarang ini mengenakan busana daerah, ini menandakan jika kebaya menjadi busana yang cocok digunakan untuk generasi di zaman modern ini," kata Vera sumringah. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Cara Ampuh Untuk Mengembalikan Kepercayaan Pasangan

#Kebaya Indonesia #Kebaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Bagikan