Image
Author by : ANTARA FOTO

Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (keempat kiri), Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto (ketiga kiri) dan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi (kedua kiri) menyaksikan pemberian imunisasi serentak atau Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri kepada seorang siswa di SMA Negeri 33, Cengkareng, Jakarta, Senin, (11/12). ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Image
Author by : ANTARA FOTO

Sejumlah siswa dan siswi SMA Negeri 33 mendapatkan imunisasi serentak atau Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri, di Cengkareng, Jakarta. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaksanakan penyuntikan ORI Difteri mulai 11 Desember 2017 di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara ke sejumlah sekolah mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Image
Author by : ANTARA FOTO

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaksanakan penyuntikan ORI Difteri pada anak usia 1-<19 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, untuk penanganan kejadian luar biasa Difteri di Jakarta. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Image
Author by : ANTARA FOTO

Penyakit Difteri masuk dalam status kejadian luar biasa (KLB), Kementerian Kesehatan hari melakukan imunisasi serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Image
Author by : ANTARA FOTO

Provinsi Jakarta, Jawa Barat dan Banten telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Difteri, daerah tersebut menjadi prioritas imunisasi difteri karena jumlah kepadatan penduduk sehingga diprediksi penularan penyakit tersebut lebih cepat. Sementara provinsi lain akan dilaksanakan pada tahun 2018. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf