Imparsial: Pengganti Jenderal Gatot Harus dari Angkatan Udara atau Laut Aktivis Imparsial gelar konferensi pers terkait Pergantian Panglima di Tebet, Jakarta Selatan (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.‎ Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri menilai, pergantian Panglima TNI ke depan harus mempertimbangkan pola rotasi atau dijabat secara bergiliran oleh tiap-tiap matra atau angkatan.

Hal tersebut, kata Gufron, juga telah ditegaskan dalam Pasal 13 (4) Undang-undang tentang TNI yang menyatakan bahwa jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

"Artinya, jika melihat Panglima TNI saat ini yang berlatarbelakang Angkatan Darat, maka posisi Panglima TNI berikutnya harus dirotasi kepada Angkatan Udara (AU) atau Angkatan Laut (AL)," ujar Gufron Mabruri dalam konferensi pers di Kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (12/11).

Menurut dia, penerapan pola rotasi jabatan Panglima TNI itu penting bukan hanya karena telah dimandatkan oleh Undang-undang TNI, tetapi juga demi membangun soliditas dan profesionalitas di dalam tubuh TNI.

"Pola rotasi jabatan panglima TNI akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI. rasa setara tersebut dapat menjadikan aspek kesatuan antar matra lebih baik,"tegasnya.

Lebih lanjut, Gufron Mabruri menambahkan, kebijakan merotasi jabatan Panglima TNI kepada matra Udara atau Laut juga selaras dengan agenda kepentingan pemerintah untuk membangun dan memperkuat kekuatan maritim Indonesia.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH