Imparsial: Kurang Tepat TNI Tangkap Pengungsi Rohingya yang ke Indonesia
Pengungsi Rohingya berjalan melalui air setelah menyebrangi perbatasan menggunakan perahu di Sungai Naf, Teknaf, Bangladesh, Kamis (7/9). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
MerahPutih.com - Direktur Imparsial Al Araf menyarankan TNI sebaiknya tidak menahan etnis Rohingya yang datang ke Indonesia dalam rangka menyelamatkan diri.
Sebab, etnis minoritas di Myanmar tersebut merupakan korban dalam konteks kemanusiaan, menyusul intensnya kekerasan yang diterima mereka dalam dua pekan terakhir.
"Yang harus kita lihat adalah mereka sebagai pengungsi yang harus dilindungi oleh negara mana pun akibat dari proses kekerasan yang terjadi di sana," ujar Al Araf saat dihubungi merahputih.com di Jakarta, Jumat (8/9).
"Jadi, menurut saya, kurang pas kalau mereka harus ditangkap," sambung Al Araf.
Apalagi, kata dosen Paramadina ini, Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan konflik di Rakhine, Myanmar.
"Dan peduli membangun sekolah di sana, dan sebagainya," pungkasnya.
Sebelumnya, Kadispen TNI Angkatan Darat Brigjen (Pol) Alfret Deny menegaskan pihaknya akan melakukan penangkapan terhadap pengungsi etnis Rohingya yang berani masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.
”Kami akan tangkap (yang masuk secara ilegal). Mau dari Rohingya mau dari Malaysia, mau dari Thailand, atau Filipina,” kata Alfret di Gedung Kartika Media Center Dispenad, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).
Menurutnya, siapa pun warga asing yang masuk Indonesia akan ditindak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Biasanya, setelah dilakukan penangkapan, para imigran gelap itu akan diperiksa lebih lanjut.
Apalagi, komponen yang berada di kawasan perbatasan bukan hanya dari anggota TNI saja, melainkan ada dari Bea Cukai dan Imigrasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat mengalami pembantaian dan kekerasan dari pihak junta militer, puluhan ribu etnis Rohingya mengungsi dari Myanmar ke berbagai negara tetangga melalui jalur laut.
Selama ini, paling banyak etnis Rohingya itu mengungsi ke Bangladesh. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan mencari perlindungan ke negara-negara tetangga lain. (Pon)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Usai Salat Gaib, Massa Peduli Rohingya Minta Negara Islam Kirim Tentara Ke Myanmar
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra