Imparsial Kritik Rencana Transfer Data Pribadi WNI ke AS, Sebut Langgar Hak Privasi Warga

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 25 Juli 2025
Imparsial Kritik Rencana Transfer Data Pribadi WNI ke AS, Sebut Langgar Hak Privasi Warga

Logo Imparsial. (Dok Imparsial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menyatakan bahwa rencana Pemerintah Indonesia untuk mentransfer data pribadi warga negara ke Pemerintah Amerika Serikat (AS) bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia, khususnya hak atas privasi.

Pernyataan ini disampaikan Ardi menyusul kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat yang memuat komitmen Indonesia untuk memberikan kepastian soal transfer data pribadi ke luar negeri.

“Data pribadi merupakan bagian dari hak privasi warga negara Indonesia yang harus dilindungi dari segala bentuk potensi penyalahgunaan oleh siapapun, termasuk oleh Pemerintah,” kata Ardi dalam keterangannya, Jumat (25/7)

Ia menegaskan bahwa data pribadi tidak boleh dijadikan komoditas dalam perjanjian perdagangan, bisnis, atau kerja sama ekonomi, termasuk oleh negara.

Bahkan, menurut Ardi, Pemerintah Indonesia sendiri tidak boleh secara sewenang-wenang mengakses data pribadi rakyatnya kecuali untuk alasan yang benar-benar mendesak seperti ancaman nyata terhadap keamanan nasional.

"Alih-alih melakukan perlindungan, Pemerintah Indonesia justru berencana menjadikan data pribadi rakyat Indonesia sebagai 'obyek trade off' kepada pihak asing,” ujarnya.

Baca juga:

Data Pribadi Indonesia ‘Dikuasai AS’ Lemahkan Posisi Indonesia, DPR Kritik Kedaulatan Negara Dikuasai Asing

Imparsial menilai ketentuan transfer data pribadi tersebut berpotensi mengancam kedaulatan data rakyat Indonesia yang sebenarnya telah dijamin melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Meskipun implementasinya belum maksimal, UU PDP sudah memberikan dasar hukum untuk mencegah penyalahgunaan data.

“Jika perjanjian transfer data benar-benar dijalankan, maka kebijakan soal kewajiban server di Indonesia menjadi tidak berarti. Ini membuat investasi pembangunan data center dalam negeri sia-sia,” jelasnya.

Selain itu, Ardi menyoroti lemahnya sistem perlindungan data di Amerika Serikat. Hingga kini, AS belum memiliki undang-undang federal khusus perlindungan data pribadi. Yang ada hanya aturan sektoral seperti privasi kesehatan, perlindungan anak, dan informasi keuangan.

“Tidak ada kewajiban bagi pemerintah AS untuk tunduk pada UU PDP Indonesia. Artinya, jika terjadi penyalahgunaan atau kebocoran data, maka Indonesia tidak punya yurisdiksi untuk menindak,” tegas Ardi.

Baca juga:

Data Pribadi Indonesia ‘Dikuasai’ AS, DPR: Jangan Sampai Bertentangan dengan Undang-Undang

Ketua DPR Minta Pemerintah Lindungi Data Pribadi WNI dalam Kesepakatan dengan AS

Atas dasar itu, Imparsial mendesak agar Pemerintah Indonesia membatalkan ketentuan transfer data pribadi dalam kerangka kerja sama dengan Amerika Serikat. Menurut mereka, langkah itu tidak hanya berpotensi melanggar hak asasi manusia, tapi juga membahayakan keamanan data warga negara.

“Pemerintah seharusnya menjaga kedaulatan data pribadi rakyatnya, bukan menjadikannya komoditas dalam perdagangan internasional,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan pernyataan resmi di laman Pemerintah AS, Indonesia dan AS telah menyepakati kerangka kerja sama dalam perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade).

Salah satu poinnya menyebutkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menghilangkan hambatan dalam perdagangan digital, termasuk memberikan kepastian soal transfer data pribadi ke AS. (Pon)

#Imparsial #Data Pribadi #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
AS menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS bagi pemberi informasi program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan ilmuwan terkait.
ImanK - 44 menit lalu
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
Dunia
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Trump berpendapat, perang dengan Iran, yang kini memasuki bulan kesembilan, tidak dapat disebut sebagai perang karena “tidak ada seorang pun yang terluka”
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 November 2026
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Dunia
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Bagikan