Imbas Serangan ke Iran, Gerakan Rakyat Desak Pembatalan Perjanjian Tarif Trump

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Imbas Serangan ke Iran, Gerakan Rakyat Desak Pembatalan Perjanjian Tarif Trump

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tandatangani perjanjian dagang. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia telah menyepakati perjanjian dagang dan tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat atau yang dikenal dengan tarif Trump 19 persen, dan berbagai kesepakatan lainnnya.

Gerakan Rakyat menyampaikan kritik keras terhadap sikap bungkam Pemerintah Indonesia terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat Bidang Luar Negeri, Mutia Puspasari menilai absennya pernyataan resmi pemerintah atas agresi militer terhadap Iran merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip dasar negara.

Mutia menyayangkan, tidak adanya respons diplomatik dari Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi terkini di Iran, termasuk penghormatan bagi pemimpin negara tersebut.

Baca juga:

Ikuti Perjanjian Tarif Trump, RUU Ketenagakerjaan Bakal Masukan PKWT dan Alih Daya

"Gerakan Rakyat menyayangkan, hingga saat ini Presiden Prabowo tidak mengucapkan satu katapun atas agresi militer sepihak AS dan Israel terhadap Iran. Bahkan tidak ada ucapan belasungkawa atas gugurnya Ayatullah Ali Khamenei," ujar Mutia di Jakarta, Rabu (4/3).

Menurutnya, sikap diam pemerintah berisiko mencederai marwah diplomasi Indonesia di mata dunia. "Itu jadinya memperlihatkan pemerintah Indonesia seperti menghianati prinsip politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," jelasnya.

Lebih lanjut, Gerakan Rakyat memandang posisi Indonesia dalam organisasi perdamaian internasional Board of Peace (BOP) sudah tidak lagi relevan di tengah situasi agresi yang melibatkan negara-negara besar.

"Bagi Gerakan Rakyat dengan adanya serangan militer AS dan Israel ke Iran memperlihatkan keberadaan Indonesia di dalam Board of Peace (BOP) tak lagi bisa dibenarkan dari sisi apapun," tutur Mutia.

Selain isu geopolitik, Mutia juga menyoroti kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian itu mengancam kedaulatan ekonomi nasional.

"Begitupun dengan perjanjian dagang dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara AS dan Indonesia yang isinya jelas-jelas merugikan tidak hanya perekonomian tapi juga kedaulatan bangsa dan keamanan rakyat Indonesia," paparnya.

Gerakan Rakyat pun secara resmi menuntut langkah tegas dari pemerintah sebagai bentuk protes nyata terhadap aksi penjajahan dan demi menjaga martabat bangsa.

"Olehnya kami mendesak Pemerintah demi tegaknya martabat bangsa dan protes kita pada aksi penjajahan maka Indonesia sudah selayaknya untuk keluar dari keanggotaan BOP dan membatalkan perjanjian dagang AS-Indonesia," tutup Mutia. (Asp)

#Gerakan Rakyat #Donald Trump #Tarif Resiprokal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Bagikan