Imbas Kerumunan Petamburan, Anies Diminta Lebih Tegas Tindak Pelanggar Prokes Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai memberikan klarifikasi ke penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (17/11) (MP/kanugrahan)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan untuk tidak pandang bulu menindak tegas pihak-pihak menggelar kegiatan yang menimbulkan keramaian dengan melanggar protokol kesehatan.

"Karena itu Pemprov DKI memang seharusnya tegas tanpa tebang pilih menghadapi sejumlah agenda publik yang menimbulkan kerumunan," ujar Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi di Jakarta, Kamis (19/11).

Politikus PDI Perjuangan ini mengaku, kalau dirinya rutin mengingatkan Anies untuk tegas memberlakukan protokol kesehatan agar kasus corona cepat selesai.

"Ini yang sering saya katakan untuk adanya ketegasan pemerintah di masa pandemi," paparnya. Sebab, kata Prasetyo, bila Pemda DKI lemah dalam menegakan aturan, kasus COVID-19 di ibu kota akan terus bertambah dan bahkan korban meninggal dunia bakal meningkat.

"COVID-19 ini bukan main-main. Sudah berapa banyak korban meninggal dunia, sudah berapa banyak keluarga yang ditinggalkan," tutur dia.

Seperti diketahui, Anies Baswedan, Wali Kota Jakpus, Camat Tanah Abang, Lurah Pertamburan, RW/RT, Biro Hukum DKI dipanggil Polda Metro Jaya pada Selasa (17/11) lalu.

Pemanggilan Anies dan anak buahnya itu untuk dimintai klarifikasi terkait kerumunan kegiatan Maulid Nabi dan resepsi pernikahan putri Imam Besar FPI, Rizieq Shihab di Petamburan Sabtu (14/11) lalu. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PSTKM Diperpanjang, Omset Pedagang di Malioboro Merosot 90 Persen
Indonesia
PSTKM Diperpanjang, Omset Pedagang di Malioboro Merosot 90 Persen

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Lika (35) mengatakan omset penjualannya turun hingga 90 persen saat PSTKM berlangsung.

Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis
Indonesia
Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis

Polisi pun membeberkan motif PP dan MN menyebarkannya secara masif.

Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos
Indonesia
Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos

Sejumlah tanah milik PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, ditawarkan untuk dijual melalui iklan di media sosial (medos) hingga viral.

Jaksa Ungkap Titipan Duit dari Pejabat Kemensos ke Eks Ajudan Juliari Batubara
Indonesia
Jaksa Ungkap Titipan Duit dari Pejabat Kemensos ke Eks Ajudan Juliari Batubara

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara korupsi Bansos COVID-19 dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/3).

Pengembangan Vaksin Nusantara Sengaja Dilakukan Secara Senyap
Indonesia
Pengembangan Vaksin Nusantara Sengaja Dilakukan Secara Senyap

Penelitian vaksin Nusantara dipicu oleh keinginan Presiden Joko Widodo. Yakni, keinginan agar Indonesia memiliki vaksin COVID-19 yang bisa menjangkau semua usia.

Kepadatan Lalu Lintas Bisa Terjadi saat Liburan Nataru
Indonesia
Kepadatan Lalu Lintas Bisa Terjadi saat Liburan Nataru

Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan terkait libur Natal dan tahun baru di Jakarta dan sekitarnya.

Kapolda Metro Beri 'Ruang' Komnas HAM Investigasi Kematian Enam Pengawal Rizieq
Indonesia
Kapolda Metro Beri 'Ruang' Komnas HAM Investigasi Kematian Enam Pengawal Rizieq

Fadil memastikan, pihaknya akan memberikan fakta yang terjadi di lapangan

Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa di Sulbar Kini Capai 34 Orang
Indonesia
Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa di Sulbar Kini Capai 34 Orang

Sampai saat ini jaringan listrik juga masih padam

PKS Tagih Janji Pemerintah Cabut Klaster Ketenagakerjaan dari Omnibus Law
Indonesia
PKS Tagih Janji Pemerintah Cabut Klaster Ketenagakerjaan dari Omnibus Law

Sementara, ketentuan bagi pekerja asing justru dipermudah