Imbas Corona, Pendapatan KAI Anjlok Ilustrasi: Kereta Api (KA) melintas di jembatan jalur ganda Kereta Api (KA) Lintas Selatan (ANTARA FOTO/SISWOWIDODO)

MerahPutih.com - Pandemi Covid-19 membawa imbas negatif untum keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Pendapatan pengelola jasa angkutan darat itu pun jauh berkurang.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan, pada hari biasa sebelum pandemi, jajarannya bisa memperoleh sekitar Rp20-25 miliar per harinya dari penumpang. Pada hari besar, pendapatan harian bisa mencapai Rp39 miliar.

Baca Juga:

Tak Ingin Kecolongan, Kementerian Perhubungan Perketat Jalur Mudik Jelang Idulfitri

"Kami memperoleh rata-rata Rp800 juta per harinya," ungkap Didiek kepada wartawan, Jumat (22/5).

KAI menggunakan strategi untuk mengamankan aliran kas dan likuiditasnya akibat tekanan pada arus kas yang dalam sekali di masa pandemi Covid-19.

"Kas dari penumpang turun luar biasa, di mana pendapatan dari penumpang hanya 7-10 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kami," imbuhnya.

Dia mengatakan dari segi likuiditas, KAI mengalami defisit sejak bulan Maret, namun likuiditasnya masih dalam kondisi aman.

"Kredit modal kerja yang tersedia di perbankan jumlahnya mencapai Rp8 triliun, baru terpakai Rp1,5 triliun, jadi masih ada Rp6,5 triliun yang siap digunakan setiap saat," ucap Didiek.

Selama masa pandemi Covid-19, permintaan listrik PLN mengalami penurunan karena melambatnya aktivitas ekonomi, sistem work from home dari kantor, dan menurunnya aktivitas produksi pabrik, sehingga hal ini mendorong meningkatnya permintaan batu bara.

"Meski laba berkurang, kami akan jaga agar operasional tetap berjalan optimal," jelas Didiek.

Petugas PT KAI memotret suasana di dalam Kereta Api Luar Biasa (KLB) . ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc. (ANTARA FOTO/SISWOWIDODO)
Petugas PT KAI memotret suasana di dalam Kereta Api Luar Biasa (KLB) . ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc. (ANTARA FOTO/SISWOWIDODO)

Oleh sebab itu, kata dia, PT KAI akan menggenjot pendapatan dari angkutan batubara.

"Angkutan batubara ini masih bertahan dan ini menjadi sumber pembiayaan atau sumber pendapatan yang utama kami di saat Covid-19," kata dia.

Meski begitu, Didiek juga mengakui pandemi Covid-19 membuat permintaan batubara menurun sekitar 20 persen. Hal ini disebabkan konsumsi listrik PLN mengalami penurunan.

"Kafe-kafe banyak yang tutup, kantor-kantor banyak yang menerapkan working from Home (WFH) sehingga permintaan batubara daripada industri tower dan produsen daripada produk PLN mengalami penurunan," ucapnya.

Ia mengatakan, ada beberapa skenario yang disiapkan perseroan dalam menghadapi kondisi new normal. Misalnya mengusulkan kenaikan tarif pada kereta api.

"Kami sedang menyiapkan dan kami nanti akan melihat new normal ini sesuai arah kebijakan pemerintah, relaksasi daripada protokol kami ikuti. Jadi kami menyiapkan skenario-skenario tergantung level relaksasinya. Memang terkait pembatasan jumlah penumpang dalam rangka social distancing, ini kami ada 2 opsi," ujarnya.

Baca Juga:

Jubir Wapres Ingatkan Umat Muslim Ikuti Fatwa MUI, NU dan Muhammadiyah Salat Id di Rumah

Menurut Didiek, skenario kenaikan ini menyusul adanya social distancing atau physical distancing. Dalam pemberlakuan physical distancing, jumlah penumpang akan dibatasi hanya 50 persen saja dari total kapasitas yang tersedia

"Apabila okupansi kereta hanya 50 persen maka perlu adanya penyesuaian tarif," ucapnya.

Namun menurut Didiek, nantinya tidak semua moda transportasi kereta akan mengalami kenaikan tarif. Sebab kenaikan hanya diberlakukan untuk moda transportasi jarak jauh saja.

"Apabila okupansi 50 persen ya ini seperti yang ada di pesawat udara, kemungkinan kami akan ajukan kenaikan tarif. Namun logikanya kenaikan tarif ini hanya untuk kereta jarak jauh saja. kalau untuk commuter relatif tetap," kata Didiek.

Skenario kedua adalah jika angkutan new normal yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut bisa penuh. Maka perseroan akan meningkatkan protokol pencegahan Covid-19 secara lebih ketat misalnya dengan memberikan alat pelindung wajah (face shield). (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Jangan Jadikan Alasan Pandemi Corona untuk Tunda Pilkada Serentak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sindir Puan, Anak Buah Prabowo: Rakyat Sumbar Sangat Pancasilais
Indonesia
Sindir Puan, Anak Buah Prabowo: Rakyat Sumbar Sangat Pancasilais

Partai Gerindra turut berkomentar mengenai pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menyinggung Sumatera Barat harus mendukung negara Pancasila.

Polisi Cegat Puluhan Massa Masuk DPR, Ada yang Positif Corona
Indonesia
Polisi Cegat Puluhan Massa Masuk DPR, Ada yang Positif Corona

Polisi menangkap puluhan orang di kawasan Slipi, Cengkareng dan Kalideres, Jakarta Barat pada Rabu (7/10).

Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini
Indonesia
Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini

Pedagang juga tidak dibolehkan menyediakan tempat duduk lesehan

Korban Banjir Jakarta Ingatkan Anies Siapkan Ganti Rugi Puluhan Miliar
Indonesia
Korban Banjir Jakarta Ingatkan Anies Siapkan Ganti Rugi Puluhan Miliar

Lewat gugatan itu, warga menutut Anies membayar uang kompensasi kerugian akibat banjir lebih dari Rp 42 miliar.

Pasca Dicopot, Sitti Hikmawatty Minta Jokowi Benahi KPAI
Indonesia
Pasca Dicopot, Sitti Hikmawatty Minta Jokowi Benahi KPAI

Sitti dicopot terkait pernyataan tentang "wanita berenang di kolam renang bersama pria bisa hamil".

Pemprov Salurkan 60 Ribu Sembako Tahap II ke Jakarta Timur
Indonesia
Pemprov Salurkan 60 Ribu Sembako Tahap II ke Jakarta Timur

"Sudah mulai dari sekitar jam 10 pagi tadi," terang Edison.

 Pengamat Politik Usulkan Eks Kombatan ISIS Dikarantina Seperti Suspect Virus Corona
Indonesia
Pengamat Politik Usulkan Eks Kombatan ISIS Dikarantina Seperti Suspect Virus Corona

Perlu ada proyek semacam “cuci ulang otak” sebelum mereka boleh bergabung dalam kehidupan social dengan masyarakat yang lain. Ideologi teroris itu bukan hal yang sederhana untuk dikikis atau dinetralisir.

Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa
Tradisi
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa

Dalam ekosistem pacuan, ada anak–anak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda.

[HOAKS atau FAKTA]: Swab Test COVID-19 Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Swab Test COVID-19 Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak

Tes COVID juga bisa menyebabkan pendarahan hingga kematian, dan pernah terjadi di Kanada.

Besok, Dewas KPK Putuskan Nasib Firli Bahuri
Indonesia
Besok, Dewas KPK Putuskan Nasib Firli Bahuri

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) bakal menggelar sidang pembacaan putusan dua terperiksa dugaan pelanggaran etik.