Sains
Ilmuwan Minta NASA Fokus pada Misi ke Uranus Planet ini hanya pernah dikunjungi satu kali dalam penerbangan singkat oleh misi Voyager-2 pada tahun 1986. (Foto: Unsplash/NASA)

BADAN antariksa AS, NASA, harus memprioritaskan misi ke Uranus. Demikian diungkapkan panel ilmuwan yang berpengaruh. Para peneliti berpikir studi mendalam tentang Uranus dapat membantu mereka lebih memahami banyak objek berukuran sama dengan yang sekarang ditemukan di sekitar bintang lain.

'Ice giant' tersebut merupakan planet ketujuh dalam tata surya kita yang mengorbit Matahari 19 kali lebih jauh daripada Bumi. Planet ini hanya pernah dikunjungi satu kali dalam penerbangan singkat oleh misi Voyager-2 pada 1986.

Rekomendasi tersebut dibuat dalam dokumen yang diterbitkan National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (NAS) di AS. Hal tersebut terungkap dalam 'survei dekade' dan dianggap komunitas riset Amerika sebagai pertanyaan besar dalam ilmu planet saat ini, serta menjadi misi luar angkasa yang diperlukan untuk menjawabnya.

BACA JUGA:

NASA Tunda Peluncuran Roket ke Bulan

NASA secara luas mengikuti rekomendasi laporan Akademi Nasional sebelumnya. Survei dekade planet terakhir, yang diterbitkan pada 2011, memiliki dua prioritas utama misi: penjelajah Perseverance ke Mars untuk pengumpulan batu di permukaan 'Planet Merah'; dan misi Europa Clipper ke Jupiter dan Europa, bulannya. Misi tersebut sedang dipersiapkan untuk diluncurkan pada 2024 dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Europa Clipper.

NASA
Uranus berbeda dari planet-planet lain di tata surya karena sumbu rotasinya hampir sejajar dengan bidang orbitnya. (Foto: 123RF/blueringmedia)

Para ilmuwan yang mempelajari planet luar di tata surya telah berkampanye untuk kunjungan kembali ke Uranus atau Neptunus sejak pertemuan Voyager-2 di akhir tahun 80-an. Kasus sains terus menguat selama tahun-tahun berikutnya.

Pertimbangan itu mengingat kisaran ukuran planet yang sekarang ditemukan di sekitar bintang lain yang didominasi dengan kisaran sekitar tiga dan empat kali lebar Bumi, seperti Uranus dan Neptunus. "Itu sebenarnya menimbulkan masalah bagi teori pembentukan planet," jelas Prof Leigh Fletcher, yang berkontribusi pada laporan tersebut.

"Kami memahami bagaimana sesuatu menjadi sebesar Jupiter. Kami memahami bagaimana sesuatu menjadi seukuran Bumi dan Venus. Namun di antaranya, di ukuran sedang seperti itu, kami tidak sepenuhnya memahami bagaimana dunia dapat mulai tumbuh dan tumbuh dan tidak terus menjadi seukuran Jupiter. Sebuah misi ke Uranus dapat membantu kita menjawabnya," kata ilmuwan dari Universitas Leicester, Inggris, kepada BBC News (20/4).

Ada peluang peluncuran yang menguntungkan pada 2031 dan 2032 yang akan memungkinkan pesawat ruang angkasa menggunakan katapel gravitasi di sekitar Jupiter untuk mempersingkat waktu jelajah ke Uranus menjadi 'hanya' 13 tahun. Pesawat ruang angkasa akan pergi ke orbit di sekitar planet, yang akan menghalangi pengamatan di Neptunus yang lebih jauh. Planet kedelapan dan terluar harus menunggu giliran.

Sains
'Ice giant' ini merupakan planet ketujuh dalam tata surya yang mengorbit Matahari 19 kali lebih jauh dari Bumi. (Foto: freepik/kjpargeter)

Uranus merupakan keanehan jika dibandingkan dengan planet-planet lain di tata surya karena sumbu rotasinya hampir sejajar dengan bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Itu seolah-olah membuatnya terlohat terlempar ke samping. Itu mungkin menjadi penjelasan. Para ilmuwan berspekulasi bahwa planet itu mengalami dampak besar dengan tubuh lain di awal sejarahnya.

Peneliti planet yang berbasis di Eropa, seperti Fletcher, berharap Badan Antariksa Eropa (Esa) dapat berkontribusi untuk misi semacam itu.

NASA dan Esa sering menjadi mitra, seperti dalam misi Cassini-Huygens ke Saturnus (2004-2017), tetapi prioritas dan siklus pendanaan mereka tidak selalu bertepatan. Bagi NASA, kecepatan penerapan rekomendasi tersebut akan bergantung pada komitmen keuangan lain.(aru)

BACA JUGA:

NASA Tingkatkan Detektor, Waspadai Asteroid Dekati Orbit Bumi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bongkar Riasan Raline Shah Saat Unjuk Gigi di Cannes Film Festival 2022
Fun
Bongkar Riasan Raline Shah Saat Unjuk Gigi di Cannes Film Festival 2022

Riasan wajah Raline Shah pada saat red carpet ajang Cannes Film Festival 2022 tersebut merepresentasikan tampilan complexion matte dan sehat.

Pevita Pearce Bagikan Pengalaman Unik Main 'PUBG Mobile'
ShowBiz
Pevita Pearce Bagikan Pengalaman Unik Main 'PUBG Mobile'

Pevita Pearce hobi bermain game 'PUBG Mobile'.

Intip Hasil Kualifikasi Babak Final MLBB Regional Asia
Fun
Intip Hasil Kualifikasi Babak Final MLBB Regional Asia

Babak Final MLBB Regional Asia penuh dengan keseruan.

Modernisasi Pesat Dorong Kebangkitan Perbankan Digital di Indonesia
Fun
Modernisasi Pesat Dorong Kebangkitan Perbankan Digital di Indonesia

Perbankan digital permudah kebutuhan masyarakat.

Bagaimana Sih Cara Sederhana Supaya Tetap Makan Sehat Ketika Traveling?
Fun
Bagaimana Sih Cara Sederhana Supaya Tetap Makan Sehat Ketika Traveling?

Jangan makan junk food dua kali berturut-turut

Jangan Kalap, Kurangi Nafsu Makan Berlebih
Hiburan & Gaya Hidup
Jangan Kalap, Kurangi Nafsu Makan Berlebih

Kamu mungkin merasa mulut ingin mengunyah sesuatu, padahal perut kenyang.

Ria Ricis Dapat Kado Pernikahan dari dr. Oky Pratama
ShowBiz
Ria Ricis Dapat Kado Pernikahan dari dr. Oky Pratama

Hadiah tersebut bernilai miliaran rupiah.

Tanggapan Produser 'Eternals' Mengenai Kritik Representasi LGBTQ
ShowBiz
Tanggapan Produser 'Eternals' Mengenai Kritik Representasi LGBTQ

Representasi LGBTQ di Eternals banyak menuai kritik.

Masukan Makanan Berikut di Menu Berbuka Puasa
Fun
Masukan Makanan Berikut di Menu Berbuka Puasa

Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan.

Kembalinya Tren Jepitan Rambut Kupu-Kupu yang populer Era 90-an
Fun
Kembalinya Tren Jepitan Rambut Kupu-Kupu yang populer Era 90-an

Jepitan Rambut Kupu-Kupu membuat penggunanya terlihat imut.