Ilmuwan LIPI Ungkap Pentingnya Mangrove untuk Hadang Tsunami Hutan Mangrove Bedul (Instagram/wisatabedul)

MerahPutih.Com - Tumbuhan Mangrove yang biasanya tersebar di tepi pantai memiliki peran penting ketika gelombang tsunami menerjang.

Ilmuwan LIPI yang juga peneliti Geofisika Kelautan Nugroho Dwi Hananto mengungkapkan bentuk mangrove dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar akan bekerja seperti jaring untuk menghadang gelombang laut termasuk tsunami.

"Seperti baskom berisi air lalu dimasuki spon, maka akan ada bagian air yang bergolak namun ada pula yang tenang karena terhalang oleh spon tadi," kata Nugroho Dwi Hananto di Jakarta, Rabu (3/10).

Ia mengatakan sama halnya ketika ada pesisir yang rapat ditumbuhi mangrove maka akan ada reaksi di mana air yang ada di sisi daratan akan lebih tenang.

"Sekarang kita perlu lihat apakah pantai-pantai kita masih ada mangrovenya atau tidak. Kalau ada kita perlu pelihara, kalau tidak ada tapi (daerahnya) potensial ditanami mangrove maka tanami lah," ujar dia.

Hutan Mangrove di Jakarta
Hutan Mangrove. Foto: Jakarta Tourism

Karena selain bisa meredam tsunami, Nugroho mengatakan mangrove juga bisa memberikan jasa lingkungan seperti penyerapan karbon dan menjadi tempat memelihara ikan-ikan dan satwa laut lainnya.

Mangrove, lanjutnya, juga memiliki karekter tumbuh di pantai yang tidak curam. Karena di sana tumbuhan ini tidak terhantam ombak.

"Bisa saja kita tegakkan dengan bambu, tapi memang tidak semua pantai bisa kita kasih mangrove. Jadi perlu dilihat cocok atau tidak," kata Nugroho sebagaimana dilansir Antara.

Jika tidak cocok maka untuk keperluan mitigasi di daerah pesisir bisa dibangun tembok penahan tsunami, seperti yang dilakukan di Jepang. Atau cara lain dengan membuat jalur evakuasi, lanjutnya.

Untuk pantai-pantai di Teluk Palu, menurut Nugroho, memang akan jarang ditumbuhi mangrove mengingat daerah itu merupakan perairan dalam. Kecenderungannya jika teluk dalam dan menyisakan sedikit pantai maka gelombangnya akan besar, sehingga tumbuhan seperti mangrove akan sulit berkembang.

"Jaman dulu orang memang suka membuat kota di teluk karena biasanya ombaknya tenang. Tapi kita juga belajar, seharusnya kota tidak dibangun di atas sesar aktif," kata Nugroho.

Menurut Nugroho Dwi Hananto, memang perlu dipetakan lagi lokasi-lokasi rawan gempa dan tsunami di Indonesia. Agar mitigasi bencana yang diupayakan menjadi efektif.

Jadi, jika ingin selamat dari tsunami bagi warga pesisir hendaknya tanam mangrove sepanjang garis pantai. Selain demi keselamatan, hutan mangrove juga berpotensi menjadi kawasan wisata seperti yang sudah dilakukan sejumlah wilayah di Tanah Air.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ratna Sarumpaet dan Prabowo-Sandi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH