Ilmuwan Lakukan Uji Coba Penumbuhan Organ di Angkasa Luar Ilmuwan sedang berusaha untuk menumbuhkan organ di luar angkasa. (Foto: Dominic Hart, NASA)

PARA ahli sains mulai mengeksplorasi angkasa luar dengan level berbeda. Tak lagi hanya menjelajah, para ilmuwan kini maju dan berusaha untuk menumbuhkan organ di luar angkasa. Sebuah terobosan terkini.

Seperti dilansir Science Daily, kedua pemimpin penelitian Dr Cora Thiel dan professor Oliver Ullrich tengah menguji konsep inovatif mereka tentang produksi jaringan manusia dalam keadaan tanpa bobot untuk kepentingan pengobatan transplantasi dan pengobatan presisi.

BACA JUGA:

Perusahaan Jepang Buat Lampu UV Pembasmi Virus Corona dalam Ruangan

Saat misi pasokan ulang Stasiun Luar Angkasa Internasional Space X CRS-20 lepas landas dari Cape Canaveral (AS), 6 Maret, sebanyak 250 tabung reaksi dari Universitas Zurich yang berisi sel induk manusia dewasa ikut diangkut. Sel induk itu akan berkembang menjadi tulang, tulang rawan, dan organ lainnya selama sebulan berada di luar angkasa.

Pertanyaannya, kenapa harus jauh-jauh ke angkasa luar? Melansir laman Forbes, para peneliti di Bumi telah membuat struktur biologis yang identik dengan struktur alami yang ditemukan di jaringan dan organ tubuh manusia menggunakan bioprinter 3D.

Sama seperti printer 3D biasa, bioprinter 3D menghasilkan struktur tiga dimensi lapis demi lapis secara berturut-turut. Struktur itu membutuhkan penyangga atau perancah (scaffolding) untuk membentuk bentuk yang diinginkan. Akan tetapi, di bawah gravitasi Bumi, perancah konvensional tidak dapat menopang beberapa struktur terkecil dan paling kompleks, seperti kapiler di dalam organ manusia. "Kami menggunakan keadaan tidak berbobot sebagai alat," jelas Thiel, salah seorang pemimpin penelitian di UZH Space Hub, kepada Science Daily.

NASA
Karena tidak ada gravitasi, luar angkasa menjadi tempat yang ideal untuk menumbuhkan organ. (Foto: twitter @ISS_CASIS)

Jika tes ini sukses, studi direncanakan untuk secara bertahap beralih dari laboratorium kecil ke skala produksi yang lebih besar. Di masa mendatang, proses inovatif dapat digunakan untuk menghasilkan transplantasi jaringan seperti tulang rawan atau sel hati baru di luar angkasa dari sel induk yang diambil dari pasien individu dalam prosedur rutin.

"Jaringan manusia autologus yang diproduksi secara artifisial dapat digunakan untuk menentukan kombinasi obat mana yang paling cocok untuk pasien yang bersangkutan. Selain itu, jaringan manusia dan struktur yang mirip dengan organ yang diproduksi di luar angkasa dapat membantu mengurangi jumlah percobaan pada hewan," kata Ullrich.

ISS
International Space Station sedang menguji Fasilitas BioFabrikasi yang dirancang oleh Techshot untuk mencetak jaringan. (twitter @SpaceCenterHou)

Untuk menguji penumbuhan organ di luar angkasa, Forbes mengabarkan awak Stasiun Luar Angkasa saat ini sedang menguji Fasilitas BioFabrikasi (BioFabrication Facility) yang dirancang Techshot untuk mencetak jaringan mirip organ dalam gaya berat mikro.

Mereka menggunakan kaset khusus yang menahan cetakan jaringan selama beberapa minggu. Hal ini memungkinkan jaringan untuk terbentuk secara kohesif pada tingkat sel.

Tes ini merupakan satu langkah maju menuju pembuatan organ manusia di luar angkasa dengan bioprinting 3D. Seiring waktu, Fasilitas BioFabrikasi dapat menjadi bagian dari sistem yang lebih besar yang mampu memproduksi organ manusia yang berfungsi penuh dan utuh. Hal itu telah menjadi impian para ilmuwan dan dokter di seluruh dunia.(Lev)

BACA JUGA:

Gundam, Nyata di Yokohama


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH