Ilmuwan Harvard Menang Nyaris Rp45 Miliar untuk Karya Tentang Naluri Mengasuh Ungkap sirkuit saraf pada otak tikus. (Foto: nature)

AHLI saraf dari Harvard University, Catherine Dulac, selalu terpesona pada dorongan untuk mengasuh yang terprogram dalam otak binatang.

Wanita Prancis berusia 57 tahun itu diberi penghargaan atas karyanya. Ia mengungkap sirkuit saraf pada otak tikus yang bertanggung jawab atas naluri ini. Menjadikannya dasar untuk penyelidikan lebih lanjut terhadap mamalia lain seperti manusia.

Baca juga:

Alat Penilai Risiko Terbaru Ini Mampu Prediksi Tingkat Kematian Kasus Akibat Virus Corona

1
Sirkuit saraf bertanggung jawab atas perilaku ini. (Foto: Unsplash/Sandy Millar)

Dia adalah satu dari tujuh ilmuwan dari ilmu hayat, matematika, dan fisika fundamental yang menerima Breakthrough Prize 2021. Adalah penghargaan yang didirikan oleh tokoh-tokoh Silicon Valley untuk mengakui penemuan-penemuan inovatif.

Melansir laman CTV News. setiap pemenang menerima USD3 juta, atau sekitar Rp44,8 miliar lebih. Adalah tiga kali lipat dari jumlah hadiah yang diberikan oleh Nobel Prize.

Selain sebagai profesor di Harvard, Dulac yang juga bekerja di Howard Hughes Medical Institute. Ia sedang menyelidiki mengapa tikus betina secara naluriah memelihara anak tikus. Sedangkan tikus jantan cenderung menyerang mereka, tergantung pada situasinya (perilaku ini biasanya terlihat pada jantan yang masih perawan).

Apa yang diperlihatkan Dulac adalah bahwa sirkuit saraf yang bertanggung jawab atas perilaku ini terlihat pada kedua jenis kelamin. Perubahan hormonal dapat membalikkan sakelar, namun di kedua arah.

Baca juga:

Teknologi Ini Mampu Lacak Badak Lewat Foto Jejak Kaki

2
Tikus jantan cenderung menyerang anak tikus. (Foto: Unsplash/Nick Fewings)

Itulah mengapa pejantan yang sebelumnya membunuh bayi, dengan penuh kasih merawat keturunan mereka ketika mereka menjadi ayah. Atau mengapa saat di bawah tekanan, seekor induk tikus dapat membunuh anak-anaknya sendiri.

"Kami pikir apa yang kami temukan dapat meluas ke spesies lain" termasuk manusia, kata Dulac kepada AFP.

"Ini adalah naluri, dan naluri adalah fungsi dari neuron-neuron ini. Yang saya yakini ada di otak semua mamalia, dan memberi tahu hewan, ketika mereka berada di hadapan bayi yang baru lahir, 'Anda harus merawat mereka,'" tambahnya.

Namun, ini juga merupakan penelitian fundamental dan oleh karena itu jelas menarik bagi orang-orang yang bekerja pada masalah transgender. Karena, seperti yang dikatakan profesor, sirkuit "pria" dan "wanita" ada pada semua orang (setidaknya pada tikus). Keluarga dan kelompok transgender sering menghubunginya untuk berterima kasih.

"Saya seorang ilmuwan, saya melihat data, saya netral," kata Dulac, tetapi mengakui "Ini benar-benar menyentuh saya." (lgi)

Baca juga:

Cahaya Hijau Mampu Kurangi Migrain

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH