Ilham Aliyev Kembali Terpilih Jadi Presiden Azerbaijan Ilustrasi. (Pixabay)

MerahPutih.com - Ilham Aliyev menang sebagai presiden Azerbaijan untuk periode keempat pada Rabu dalam pemilihan, yang diboikot oleh partai-partai oposisi utama.

Partai-partai tersebut menuduh Alivey bersikap otoriter dan menindas orang-orang yang memiliki pandangan politik berseberangan.

Negara republik bekas Uni Soviet itu memiliki cadangan energi dalam jumlah sangat besar dan merupakan lokasi strategis di Laut Kaspia. Kelebihan itu membuat Azerbaijan menjadi alternatif penting bagi Eropa untuk mendapatkan minyak dan gas selain dari Rusia.

"Ilham Aliyev memimpin (perolehan suara) ... Ia mendapatkan 86,09 suara," kata Mazahir Panahov, Ketua Komisi Pemilihan Pusat dalam acara jumpa pers, dilansir Antara.

"Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan," kata Aliyev melalui televisi pemerintah, tak lama setelah komisi pemilihan mengumumkan hasil penghitungan awal.

"Rakyat telah memilih untuk stabilitas, keamanan dan pembangunan," katanya.

Wilayah Azerbaijan dalam peta. (Google Maps)
Wilayah Azerbaijan dalam peta. (Google Maps)

Partai Azerbaijan Baru yang berkuasa menyatakan kemenangan Aliyev dua jam setelah proses pemungutan suara ditutup.

"Para pemilih telah menentukan pilihan yang tepat dan pilihan ini adalah Ilham Aliyev," kata Ali Akhmedov, pejabat tinggi partai itu.

"Menurut hasil pemungutan suara sementara, 80 hingga 85 persen pemilih telah memberikan suara mereka untuk Alivey, yang berarti bahwa Ilham Aliyev telah memenangi pemilihan," ujarnya.

Komisi pemilihan mengatakan suara yang masuk tercatat sekitar 75 persen dan tidak ada keluhan soal ketidakwajaran.

Aliyev, 56, dan para pendukungnya membantah tuduhan melakukan kecurangan untuk menggaet pemilih dan mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki pandangan berseberangan tidak ditekan.

Aliyev pertama kali terpilih pada 2003, dua bulan sebelum ayahnya Heydar Aliyev, yang telah berkuasa selama 10 tahun, wafat.

Ia mengukuhkan posisinya melalui dua referendum, satu pada 2009 yang menghapus aturan batasan jabatan presiden selama dua periode dan satu lainnya pada 2016, yang memperpanjang masa jabatan presiden dari lima tahun menjadi tujuh tahun. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH