Ikuti Cara Ini Agar Anak Bijak Bermedsos Bijaklah berselancar di media sosial (Sumber: Pixabay/FirmBee)

KASUS pengeroyokan yang dialami bocah SMP bernama Audrey (14) harus menjadi perhatian segala pihak. Apalagi kasus tersebut bermula saat korban dan pelaku saling sindir di media sosial.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, orang tua perlu memberikan kesadaran tentang pemanfaatan media sosial kepada anak. Dengan begitu persoalan perundungan (bullying) bisa diminimalisir.

"Anak perlu disadarkan bahwa sosmed itu adalah ranah publik meskipun dia mengakses dari perangkat pribadinya," kata Vera seperti yang diberitakan Antara, Rabu (11/4).

Media sosial mudah diakses oleh anak adalah salah satu penyebab perundungan (Sumber: Pixabay/FirmBee)
Media sosial mudah diakses oleh anak adalah salah satu penyebab perundungan (Sumber: Pixabay/FirmBee)

Menurut Vera, seorang anak sering mengunakan media sosial secara sembarangan karena merasa bisa mengakses di perangkat miliknya. "Anak merasa hak untuk memposting apapun karena melalui perangkatnya," lanjutnya.

Para orang tua bisa mengajak anak untuk membayangkan media sosial sebagai pusat perbelanjaan dengan berbagai karakter manusia di dalamnya, jahat ataupun baik. Oleh karenanya sang anak harus berhati-hati dengan media sosial.

Tak hanya itu, Vera juga meminta agar orang tua tidak memberi hukuman fisik jika tidak berhasil mengajak diskusi kepada anak. Hal ini karena hukuman fisik malah akan mempengaruhi psikologi sang anak dan ia akan mencari pelampiasan ke tempat lain.

Orang tua harus memberikan kontrol (Sumber: Pixabay/LoboStudioHamburg)
Orang tua harus memberikan kontrol (Sumber: Pixabay/LoboStudioHamburg)

"Hukuman fisik tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Justru anak hanya akan takut, tapi tidak paham mengapa dia tidak boleh sembarangan menggunakan media sosial," kata Vera.

Jika sang anak terlanjur menjadi korban perundungan media sosial seperti yang dialami Audrey, orang tua bisa meminta sang anak menutup media sosialnya.

"Orangtua boleh menyimpan bukti bullying yang diterima anak melalui media sosial (screen shot dan sebagainya) sebagai bukti jika suatu saat nanti diperlukan," ujar Vera. (*)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH