Ikutan Serang Polsek Ciracas, Oknum Prajurit TNI AL Jadi Tersangka Kantor Polsek Ciracas dibakar massa pada Rabu (12/12) dinihari. (Ist)

MerahPutih.com - Komandan Pusat Polisi Militer, Mayjen TNI Eddy Rate Muis mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap puluhan oknum prajurit terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas.

Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak enam prajurit TNI AL ditetapkan sebagai tersangka, sementara dari matra TNI AU masih dalam pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap 25 oknum prajurit, terdiri dari 10 oknum prajurit dari matra TNI AL dan 15 lainnya dari TNI AU.

Baca Juga

Anggota TNI Tersangka Kasus Penyerangan Polsek Ciracas Masih Jomlo?

"Dalam pemeriksaan penyelidikan dan penyidikan, dari oknum TNI AL telah ditetapkan enam orang sebagai tersangka. Sementara oknum TNI AU sampai saat ini terus dilakukan pendalaman sehingga belum bisa disampaikan adanya tersangka," tutur Eddy di Mapuspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Secara keseluruhan, prajurit TNI dari berbagai matra yang diperiksa adalah sebanyak 106 orang. Dari ratusan prajurit yang diperiksa, sebanyak 56 orang dinyatakan sebagai tersangka.

"TNI AD ada 81 orang, TNI AL 10 orang, TNI AU 15 orang. Tersangka dari tiga angkatan jumlahnya 56 orang dengan perincian TNI AD 50 orang, TNI AL 5 orang, dan TNI AU masih proses pendalaman," terang Eddy.

Penampakan gerombolan penyerang Mapolsek Ciracas. Foto: Dok. Istimewa
Penampakan gerombolan penyerang Mapolsek Ciracas. Foto: Dok. Istimewa

Eddy menambahkan, dari keterangan para tersangka, penyidik menemukan motif oknum prajurit tersebut melakukan aksi penyerangan Polsek Ciracas.

"Pertama, karena terpanggil oleh jiwa korsa. Mereka satu angkatan tidak menerima rekannya diperlakukan atau dianiaya," terangnya.

Adapun alasan kedua, yang bersangkutan berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP) karena mendapatkan berita bohong. Atas tindakan yang dilakukan oleh para tersangka, yang bersangkutan dikenai dua pasal.

Baca Juga

50 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas

Pertama, Pasal 170 KUHP tentang perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan. Kedua, Pasal 169 KUHP tentang berkumpul dalam melakukan aksi kejahatan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hati-hati Pemerintah Naikkan Cukai Rokok di Saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Hati-hati Pemerintah Naikkan Cukai Rokok di Saat Pandemi COVID-19

Tarif cukai hasil tembakau mulai 1 Januari 2020 sudah mengalami kenaikan rata-rata mencapai 23 persen sebagaimana kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.152/PMK.010/2019.

ICW Kecam Pemberian Remisi untuk Nazaruddin
Indonesia
ICW Kecam Pemberian Remisi untuk Nazaruddin

KPK menyebut Nazaruddin tidak pernah mendapatkan status sebagai JC

Buruh Kembali Demo UU Cipta Kerja, Polisi Alihkan Lalin di Sekitar DPR
Indonesia
Buruh Kembali Demo UU Cipta Kerja, Polisi Alihkan Lalin di Sekitar DPR

Langkah ini sebagai antisipasi kemungkinan ada aksi demonstrasi ribuan buruh di kawasan tersebut, Senin (9/11).

Pantau Pintu Air Manggarai, Anies Minta Warga Waspadai Hujan Tinggi
Indonesia
Pantau Pintu Air Manggarai, Anies Minta Warga Waspadai Hujan Tinggi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kondisi pintu air di Manggarai, Jakarta Selatan untuk memantau tinggi muka air.

TNI/Polri Lakukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Internal
Indonesia
TNI/Polri Lakukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Internal

"Hari ini dan Rabu, seluruh kantor TNI dan kantor polisi di seluruh Indonesia melakukan pendisiplinan penggunaan masker," kata Argo

Muncul Varian Baru Virus Corona, Pemerintah Diminta Jangan Ulangi Kesalahan
Indonesia
Muncul Varian Baru Virus Corona, Pemerintah Diminta Jangan Ulangi Kesalahan

Penutupan akses masuk juga harus dilakukan terhadap negara lainnya

Jakarta Diguyur Hujan Mulai Minggu Pagi
Indonesia
Jakarta Diguyur Hujan Mulai Minggu Pagi

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan berintensitas ringan hingga berpotensi menimbulkan petir.

Luqman Hakim Resmi Gantikan Gus Yaqut Jadi Pimpinan Komisi II DPR
Indonesia
Luqman Hakim Resmi Gantikan Gus Yaqut Jadi Pimpinan Komisi II DPR

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin resmi menetapkan Luqman Hakim sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR menggantikan Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

DMI Ajak Masjid Pasang Wifi Bantu Siswa Belajar Online
Indonesia
DMI Ajak Masjid Pasang Wifi Bantu Siswa Belajar Online

Permasalahan belajar online yang dihadapi para siswa di seluruh Indonesia mendapatkan tanggapan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Jumlah Pasien Corona di RS Darurat Wisma Atlet Merosot 327 Orang
Indonesia
Jumlah Pasien Corona di RS Darurat Wisma Atlet Merosot 327 Orang

2.272 orang pasien positif COVID-19 tanpa gejala di Tower 4 dan 5