'Ikut Tampil' Tangani COVID-19, BIN Diingatkan Tak Kebablasan Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Merahputih.com - Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta menyoroti tampilnya Badan Intelijen Negara (BIN) dalam penanganan COVID-19.

Menurut Stanislaus, upaya deteksi dini, pemetaan dan analisis terhadap wabah COVID-19 mestinya dilakukan secara senyap. Hal ini mengingat kerja BIN yang bersifat rahasia dan jangan sampai terlalu terbuka ke publik.

Baca Juga

Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran

“Aksi BIN ini tetap bersifat rahasia, mengingat BIN adalah lembaga intelijen,” ujarnya kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Senin (25/5).

Stanislaus juga menyebutkan bahwa peran lembaga intelijen negara ini memang diharapkan untuk ikut secara total dalam melawan COVID-19.

Terutama untuk mendeteksi dan mencegah secara dini seluruh potensi ancaman yang muncul pada saat pandemi virus mematikan tersebut. “Dan upaya yang dilakukan oleh BIN selama ini adalah bagian dari deteksi dini dan cegah dini ancaman tersebut,” kata dia.

Hal ini dianggap wajar dilakukan lembaga intelijen di sejumlah negara untuk memetakan penyebaran virus dan mencari penangkalnya.

“Maka jika BIN ikut membantu penanganan COVID-19 adalah hal yang wajar. Misalnya dalam bentuk bantuan sosial atau aksi-aksi di bidang kesehatan. Mulai dari pengadaan alkes (alat kesehatan) hingga melakukan rapid test,” kata Stanislaus.

Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta ungkap motif AS tuduh Tiongkok sebar virus corona
Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Alumni S2 Kajian Strategik Intelijen di Universitas Indonesia (UI) tersebut yakin masyarakat terbantu dengan aksi nyata BIN secara fungsional dalam memutus rantai COVID-19.

'Seperti tugas-tugas yang dilaksanakan oleh unit Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia) dan unit Kesehatan Intelijen yang dimiliki oleh BIN tetap berpijak pada motto velox et exactus yang berarti cepat dan akuratn," tutup dia.

Perlu diketahui, bahwa sejak awal kemunculan wabah COVID-19, BIN berupaya melakukan identifikasi dan deteksi dini. Kondisi ini dilakukan mengingat pandemi virus corona terbaru ini masuk kategori bencana non-alam.

Memegang tanggung jawab langsung ke Presiden Joko Widodo, BIN pun menjalankan tugasnya dalam membantu pencegahan wabah ini yang bisa menjadi ancaman nasional.

BIN menyiapkan prediksi soal puncak penyebaran COVID-19 yang diperkirakan akan berlangsung dari Juni hingga Juli 2020. BIN juga turut menyumbangkan alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan kepada BNPB pada 17 April 2020 lalu.

Baca Juga

Bupati Karanganyar Bolehkan Warga Salat Id di Masjid dan Lapangan, Begini Reaksi Ganjar

Sebelumnya lembaga ini membentuk tim khusus yang bertugas untuk menyemprotkan disinfektan ke titik keramaian masyarakat, instansi pemerintah hingga tempat pelayanan umum. Penggalangan relawan peduli COVID-19 pun disebar BIN di sejumlah wilayah Indonesia. Ini sebagai bentuk edukasi dan ajakan kepada masyarakat untuk ikut terlibat menangani wabah ini secara gotong royong.

BIN juga menggelar rapid test dan swab test secara massal di sejumlah wilayah Jabodetabek. Upaya ini cukup membantu mendeteksi penyebaran corona dan memudahkan pekerjaan tim gugus tugas penanganan COVID-19. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setelah Ditutup Gegara Penguatan Prokes, Ragunan Dikunjungi Lebih dari 20 Ribu Orang
Indonesia
Setelah Ditutup Gegara Penguatan Prokes, Ragunan Dikunjungi Lebih dari 20 Ribu Orang

Jumlah kunjungan paling tinggi terjadi pada Selasa (18/5)

Pemprov DKI Dukung Pusat Jika PPKM Darurat Diperpanjang
Indonesia
Pemprov DKI Dukung Pusat Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Dalam 10 hari terakhir pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas warga terpantau menurun lebih dari 50 persen dan angka kesembuhan juga meningkat, tetapi fatalitas masih statis.

Jokowi Berikan Banpres Produktif bagi 220 Pelaku Usaha di Aceh
Indonesia
Jokowi Berikan Banpres Produktif bagi 220 Pelaku Usaha di Aceh

Bantuan tersebut berupa hibah dengan besaran Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

Anies Dinilai Tak Punya Konsep Jelas Soal Penataan Banjir
Indonesia
Anies Dinilai Tak Punya Konsep Jelas Soal Penataan Banjir

Gubernur Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta

Dapat Tambahan Jutaan Vaksin dari Tiongkok, Pemerintah Gas Lagi Vaksinasi
Indonesia
Dapat Tambahan Jutaan Vaksin dari Tiongkok, Pemerintah Gas Lagi Vaksinasi

Presiden Joko Widodo telah melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, terkait pasokan vaksin CoronaVac dari perusahaan farmasi Sinovac.

Jelang Lebaran, Jumlah Penumpang di Bandara Soetta Anjlok 90 Persen
Indonesia
Jelang Lebaran, Jumlah Penumpang di Bandara Soetta Anjlok 90 Persen

Jika dibandingkan pekan-pekan sebelumnya yang mencapai 50 ribu hingga 70 ribu penumpang per hari, penurunan itu mencapai 90 persen.

Respon MA Tanggapi Kritik KPK Soal Korting Hukuman Koruptor
Indonesia
Respon MA Tanggapi Kritik KPK Soal Korting Hukuman Koruptor

Kepala Biro Hukum dan Hubungan MA Abdullah menegaskan, majelis hakim memiliki independensi yang tidak bisa dipengaruhi siapapun.

Dinyatakan Langgar Kode Etik, Ketua WP KPK Dijatuhi Sanksi SP1
Indonesia
Dinyatakan Langgar Kode Etik, Ketua WP KPK Dijatuhi Sanksi SP1

Seusai sidang Yudi mengaku dijatuhi sanksi ringan, yakni Surat Peringatan (SP) 1 tertulis.

Indikator Ekonomi Dalam Negeri Terus Membaik
Indonesia
Indikator Ekonomi Dalam Negeri Terus Membaik

Sejumlah kebijakan pemerintah seperti insentif relaksasi PPnBM untuk Kendaraan Bermotor (KB), serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk Rumah Tapak dan Rumah Susun di sektor properti mendorong gerak perekonomian.

Sanksi Rp50 Juta hingga Tutup Permanen bagi Kafe Bandel di Akhir Tahun
Indonesia
Sanksi Rp50 Juta hingga Tutup Permanen bagi Kafe Bandel di Akhir Tahun

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan menutup permanen pelaku usaha kafe yang berani melanggar aturan pencegahan COVID-19 saat libur Natal dan tahun baru 2021.