Ikatan Sarjana Kelautan Ungkap 7.801 Desa Pesisir Rawan Bencana Pemandangan khas kawasan pesisir Indonesia (Foto: MP/MKF)

MerahPutih.Com - Kawasan peisir selain menyimpan keindahan melalui pasir putih dan beningnya laut serta riak gelombang, ternyata bisa menjadi ancaman bahaya bagi warga di sekitarnya.

Betapa tidak, berdasarkan paparan Ikatan Sarjana Keluatan Indonesia (Iskindo), sekitar 7.801 desa kawasan pesisir terpapar bencana dan sebanyak 2.266 desa rawan bencana rob. Dari data tersebut, Iskindo melalui Ketua Hariannya Moh Abdi Suhufan mengharapkan pemerintah dapat meningkatkan berbagai langkah antisipasi bencana pesisir.

Langkah antisipasi perlu dilakukan sebab hampir dua pertiga dari wilayah Indonesia terdiri dari kawasan perairan.

"Kami mengusulkan kepada Presiden RI untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi bencana pesisir," kata Ketua Harian Iskindo Moh Abdi Suhufan dalam rilis di Jakarta, Rabu (13/6).

Hutan Mangrove
Hutan mangrove dapat mengurangi dampak abrasi atau rob (Foto: MP/MKF)

Untuk itu, ujar dia, perlu dilakukan peningkatan ketahanan dan ketangguhan desa dan kawasan pesisir di Tanah Air.

Selain itu, lanjutnya, layak pula dikembangkan beragam pola adaptif yang disertai dengan kegiatan kewaspadaan yang berbasis lokal dan masyarakat.

Sebelumnya, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menciptakan produk pencari korban kecelakaan bencana di laut yang diberi nama Human Detection System (HDS).

Sebagaimana dilansir Antara, HDS merupakan gabungan teknologi Machine Learning dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini dirancang oleh tiga orang mahasiswa ITB yakni Muhammad Arkaan Izhraqi, Nyoman Abiwinanda, dan Adinda Sekarwangi.

"Karya ini dibuat untuk membantu pencarian korban kecelakaan di laut, mengingat kecelakaan semacam ini kerap terjadi di Indonesia," kata Muhmmad Arkaan Izhraqi, di Bandung, Selasa (29/5).

Pantai di Jembrana
Pantai di Banjar Pasar, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.(Foto: Ist)

Ia menuturkan karya ini dibuat dengan mengintegrasikan sistem autopilot UAV berupa Hexa Copter dengan perangkat lunak pendeteksian obyek, sehingga proses pencarian dapat diotomatisasi, dan proses pencarian memungkinkan dilakukan secara paralel.

Arkan menjelaskan alat ini menggunakan hexacopter yang dikendalikan secara autopilot dan pertama Hexa Copter akan terbang sesuai dengan waypoint yang ditetapkan oleh operator di ground station sebagai bentuk inisiasi awal.

"Lalu video akan ditransmisikan ke ground station kemudian di proses dengan software pendeteksi manusia. Di bagian antarmuka ground station, akan ditampilkan notifikasi berupa bonding box," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pantau Hilal, Kementerian Agama Sebar Perukyat pada 97 Lokasi di 34 Provinsi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH