Cupang Alam Asal Indonesia Nyaris Punah Ikan cupang alam asli Indonesia terancam punah. (foto: MP/Ahmad Dhani)

MESKI ikan cupang tengah diminati, ikan cupang spesies asli Indonesia malah mendekati kepunahan. Hal hal itu disebabkan habitat asli ikan yang mulai terdesak.

"Saat ini keberadaan cupang alam Indonesia sudah makin terdesak dengan adanya perubahan habitat asli ikan," kata peneliti pakan alami, reproduksi, dan fisiologi ikan hias Balai Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Priadi saat ditemui Merahputih.com, Selasa (7/7).

BACA JUGA:

Pemain Pemula, ini nih Kisi-Kisi Perawatan Ikan Cupang

Kategori nyaris punah untuk ikan cupang alam Indonesia dikeluarkan lembaga internasional yang mendalami kehidupan binatang di seluruh dunia. Ikan cupang alam Indonesia masuk kategori merah atau mendekati punah.

Agus menjelaskan ikan cupang alam asal Indonesia banyak terdapat di wilayah Kalimantan. Saat ini hutan-hutan di Kalimantan sudah banyak yang berubah menjadi kebun sawit atau bahkan permukiman warga.

Untuk menyikapi hal tersebut, Agus dan teman teman peneliti dari Balai Riset Ikan Hias KKP berusaha menyelamatkan keberadaan cupang alam agar tidak punah. Salah satunya dengan menerapkan teknologi pembenihan cupang alam secara terkontrol. "Saat ini di Balai Benih Ikan (BBI) Depok sudah melakukan pembenihan dan sedang diuji," ujarnya.

agus
Agus Priadi melakukan upaya pelestarian ikan cupang alam Indonesia. (foto: MP/Ahmad Dhani)

Teknologi itu dilakukan dengan cara mengadaptasi ikan, pematangan gonad, pemijahan, perawatan larva dan benih hingga memanajamen kualitas air. "Tujuannya agar ikan bisa hidup di lingkungan yang berbeda dari habitat aslinya," ujar Agus.

Agus berharap masyarakat bisa mempertahankan ekosistem alami ikan. Dengan begitu, jumlah ikan cupang alam Indonesia terus terjaga. Kalaupun diperjualbelikan, ikan cupang harus berasal dari budi daya dan bukan tangkapan liar.

Karena itu, saat ini Balai Riset Ikan Hias KKP berupaya mengenalkan cupang alam asal Indonesia kepada masyarakat. Hal itu supaya keberadaan ikan ini bisa terjaga.(Ahmad Dhani/Jabodetabek)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH