Ikadin: Program Hukum yang Ditawarkan Prabowo dan Jokowi Tidak Serius Ketua DPP Bidang Humas DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Erwin Natosmal Oemar (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Ketua DPP Bidang Humas DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Erwin Natosmal Oemar menilai kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak serius menawarkan program hukum pada masyarakat.

Erwin menyebut, visi misi yang ditawarkan pasangan Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf tidak terukur. Menurutnya, hal itu akan memengaruhi pandangan publik dalam memilih kandidat.

"Program yang ditawarkan harus lebih terukur. Kalau mau dukung KPK, ya jelaskan bentuknya apa? Jadi lebih spesifik, supaya publik bisa yakin," kata Erwin dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/1).

Erwin menjelaskan dari semua visi misi yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), hanya 46 persen program pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bisa terukur.

Ilustrasi hukum (Pixabay)

"Sementara, dari visi misi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hanya 47 persen program yang bisa terukur," jelas dia.

Deputi Direktur Indonesia Legal Roundtable (ILR) ini lantas mencontohkan bahwa kedua pasangan tidak secara spesifik menunjukkan sikap keseriusan terhadap isu hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, lanjut Erwin, kedua pasangan juga tidak spesifik dalam program pemberantasan korupsi, khususnya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Masalah lainnya misalnya, isu reformasi pemilu dan reformasi di bidang peradilan. Kemudian, terkait isu pembenahan regulasi dan birokrasi," pungkas Erwin. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH