Ijtima Ulama IV Rekomendasikan NKRI Bersyariah, Politisi PKB: Silakan ke Negara Lain Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. Foto: MPR

MerahPutih.Com - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menolak tegas usulan NKRI bersyariah yang direkomendasikan Ijtima Ulama IV beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua DPP PKB itu, di negara yang berdasarkan Pancasila ini tidak ada kompromi soal ideologi dengan bungkus syariah.

Baca Juga: Ijtima Ulama Mengerucut Jadi Organisasi, Pengamat: Mereka Sudah Tak Punya Basis Lagi

"Anda tidak layak hidup di sini, tidak ada kompromi kalau urusan ideologi dibungkus syariah," kata Karding dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Rabu (7/8).

Lebih lanjut Karding yang juga anggota DPR ini mempertanyakan maksud dari bersyariah itu sendiri.

"Kalau anda mau buat bersyariah, itu silakan ke negara lain, bukan di sini tempatnya, NKRI harga mati bagi kita," kata Karding.

Politisi PKB yang juga Anggota DPR Abdul Kadir Karding
Politisi PKB yang juga anggota DPR Abdul Kadir Karding (Foto: antaranews)

Ia menambahkan saat ini usulan konsep NKRI bersyariah diinisiasi kelompok tertentu yang dibungkus dengan ijtima ulama.

"Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini," kata Karding.

Karding juga membantah bahwa sosialisasi empat pilar yang kerap dilakukan MPR telah gagal total. Justru, menurutnya logikanya harus dibalik.

“Kita adakan (sosialisasi empat pilar) saja ini arus politik terbelah seperti ini soal khilafah, apalagi tidak kita adakan, coba bayangkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Mendagri Persilakan Para Tokoh Ijtima Ulama IV Bentuk Lembaga

Abdul Kadir Karding pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung dengan sosialisasi empat pilar. Namun, ia berharap semua pihak mau sama-sama membenahi agar ancaman ideologi tidak menjadi ancaman serius kedepannya.

“Oleh karena itu jangan lagi kita bawa-bawa ideologi apalagi dalam bermain politik,” imbaunya.

Untuk diketahui, Ijtima Ulama IV menghasilkan empat poin pertimbangan dan juga delapan poin rekomendasi. Salah satunya yakni meminta umat Islam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.(Knu)

Baca Juga: Moeldoko Kritisi Ijtima Ulama Jilid IV



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH