Ijtima Ulama II Logikanya Terbalik Jika Dukung Prabowo-Sandiaga Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno

Merahputih.com - Ketua Presidium Aksi Bela Islam yang juga bekas pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera heran dengan keputusan Ijtima Ulama II mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara, bakal Calon Presiden Joko Widodo yang jelas-jelas menggandeng ulama KH Ma'ruf Amin justru tidak didukung.

"Ada yang memilih ulama sebagai wapresnya tapi malah di-bully. Logikanya terbalik," kata Kapitra dalam konferensi pers, di Jakarta, Sabtu (15/9).

Seharusnya, Ijtima Ulama II memberikan dukungan kepada Ma'Ruf Amin, bukan memberikan dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga. "Bagaimana bisa Ijtima Ulama tapi tidak mendukung ulama. Kalau konsisten dengan kata ulama, harusnya yang didukung ulama. Bahkan Jokowi ke-Islamannya juga 24 karat," tambahnya.

Kapitra Ampera daftarkan diri sebagai caleg PDIP
Kapitra Ampera saat pendaftaran caleg dari PDI Perjuangan (Foto: MP/Fadhli)

Padahal, kata dia, Ma'ruf adalah orang yang berjasa dalam sejumlah Aksi Bela Islam yang mendesak proses hukum terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penistaan agama.

"Siapa yang bilang Ma'ruf tidak terlibat dalam Aksi Bela Islam 212? Dia orang yang paling berjasa dalam Aksi Bela Islam," katanya dikutip Antara.

GNPF Ulama akan menggelar Ijtima Ulama Jilid II di Jakarta pada Minggu (16/9). Ijtima tersebut bertujuan menentukan sikap dan arah dukungan para ulama dalam Pilpres 2019.

Dalam acara itu, rencananya akan dihadiri 1.000 ulama dan sejumlah tokoh nasional. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH