IHSG Anjlok, Investasi Safe Haven dan Saham Energi Melejit Imbas Konflik AS-Iran

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
IHSG Anjlok, Investasi Safe Haven dan Saham Energi Melejit Imbas Konflik AS-Iran

Emas batangan salah satu bentuk investasi safe haven. (Foto: Unsplash/Jingming Pan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tensi geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel mendorong investor global mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah AS.

Untuk saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor energi juga diperkirakan akan menjadi incaran investor di tengah kondisi saat ini

“Investor akan selektif ke saham energi atau komoditas yang diuntungkan kenaikan harga minyak,” kata Pengamat Pasar Modal Reydi Octa, saat dihubungi media, di Jakarta, Senin (2/3).

Baca juga:

Iran Tutup Pintu Negosiasi, Ilusi Kosong Trump Dibayar Nyawa Tentara AS

Peralihan dana ke aset safe haven di tengah konflik perang globak mencerminkan pola klasik investor saat menghadapi ketidakpastian geopolitik. Emas dan dolar AS selalu menjadi pilihan utama.

Imbasnya IHSG Melemah

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pukul 15.00 WIB menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), melemah 195,22 poin atau 2,33 persen ke posisi 8.040,16.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.981.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 44,09 miliar lembar senilai Rp22,97 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 727 saham turun, dan 132 stagnan.

Bagi IHSG, Reydi menyebut dampaknya negatif dalam jangka pendek karena investor asing mengurangi eksposur di emerging markets, termasuk Indonesia.

Baca juga:

Pasokan Minyak Dari Timur Tengah Terganggu, Indonesia Bakal Pilih Impor Dari AS

Karakter Pasar Saham

Menurut Reydi, dampak konflik ini cenderung jangka pendek dan berbasis sentimen. Dia menambahkan pasar biasanya cepat berkonsolidasi dan rebound apabila konflik tidak meluas serta tidak mengganggu pasokan energi global secara signifikan.

Namun, Reydi mengungkapkan lain cerita efeknya bila eskalasi konflik Iran dan AS itu semakin membesar. “Bila eskalasi membesar, efeknya bisa lebih dalam dan berkepanjangan,” imbuhnya, dikutip Antara

Akibatnya, lanjut dia, rupiah ikut tertekan, sementara volatilitas meningkat. “Kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran inflasi,” tandas pengamat pasar modal itu. (*)

#Investasi #IHSG #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Bagikan