IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur Tim dokter melakukan pemeriksaan awal pada pasien di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Sebanyak 136 dokter meninggal dunia akibat COVID-19. Data ini disampaikan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurut IDI dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (15/10), dalam sepekan terakhir ada empat dokter yang meninggal dunia akibat infeksi SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19.

IDI menyebutkan bahwa dokter yang meninggal dunia akibat COVID-19 terdiri atas 69 dokter umum termasuk empat guru besar, 63 dokter spesialis termasuk di antaranya lima guru besar, serta dua residen atau dokter spesialis yang sedang menjalani tugas penempatan.

Baca Juga

Indonesia Tak Beli Putus Vaksin COVID-19 dari Tiongkok

Dokter-dokter yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona tercatat berasal dari Jawa Timur (32), Sumatra Utara (23), DKI Jakarta (19), Jawa Barat (12), Jawa Tengah (9), Sulawesi Selatan (6), Bali (5), Sumatra Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Aceh (4), Kalimantan Timur (3), Riau (4), Kepulauan Riau (2), Yogyakarta (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Utara (2), Banten (2), dan Papua Barat (1).

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) mengatakan bahwa kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan akibat COVID-19 masih terjadi dan semakin mengkhawatirkan.

"Harus ada kerja sama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," katanya dilansir Antara.

"Tidak hanya masyarakat, namun kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," sambungnya

Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV mengemukakan bahwa masih banyak warga yang setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut dia, hal itu terlihat dari dari banyaknya orang yang belum memakai masker secara benar, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, serta abai berganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari risiko penularan virus dari orang yang terserang COVID-19 tetapi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan.

"Orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini biasanya belum pernah melakukan testing COVID-19, kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, dan lalu menularkannya pada orang lain yang rentan," ujarnya

Baca Juga

Penanganan COVID-19 di Indonesia Diklaim Sudah 'On The Track'

"Orang yang mengalami gejala seperti flu walaupun hanya ringan janganlah meremehkan hal ini. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing. Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan COVID-19 saat ini," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DKI Habiskan Rp53 M Anggaran Corona buat Semprot Pemukiman
Indonesia
DKI Habiskan Rp53 M Anggaran Corona buat Semprot Pemukiman

Penggunaan anggaran BTT itu telah memiliki payung hukum berupa Surat Edaran Mendagri 440/2436/SJ 17 Mar 2020

Jakarta Tutup Sejumlah Tempat Wisata
Indonesia
Jakarta Tutup Sejumlah Tempat Wisata

Sebanyak 27 destinasi wisata diumumkan dipastikan ditutup sementara waktu awal pekan depan.

Mahasiswa Tangerang Selatan Bergerak ke Jakarta Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Mahasiswa Tangerang Selatan Bergerak ke Jakarta Tolak UU Cipta Kerja

Sejumlah elemen masyarakat, mahasiswa dan buruh menggelar aksi penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia sejak Senin lalu.

MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19
Indonesia
MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19

Para pemohon kehilangan objek permohonan

Dukung Penanganan COVID-19, Perkumpulan Peternak Nasional Sumbang Ribuan Telur Ayam
Indonesia
Dukung Penanganan COVID-19, Perkumpulan Peternak Nasional Sumbang Ribuan Telur Ayam

Setidaknya telur ini untuk meningkatkan imunitas daya tahan tubuh masyarakat Kota Solo.

Jokowi Kecam Macron, PKS: Sudah Selayaknya Suarakan Kemarahan Umat Islam Indonesia
Indonesia
Jokowi Kecam Macron, PKS: Sudah Selayaknya Suarakan Kemarahan Umat Islam Indonesia

Dia mengatakan, Jokowi sebagai Presiden dari negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya menyuarakan kemarahan umat Islam Indonesia.

PUPR Ajukan Tambahan Rp1,5 Triliun Buat Ganti Rugi Lumpur Lapindo
Indonesia
PUPR Ajukan Tambahan Rp1,5 Triliun Buat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

Pengajuan anggaran sebesar Rp1,5 triliun itu sesuai dalam kesimpulan rapat kerja Kementerian PUPR dan Komisi V DPR pada 15 September 2020 lalu.

Demo di Balai Kota Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies dengan Tomat
Indonesia
Demo di Balai Kota Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies dengan Tomat

Kedatangan mereka untuk meminta audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait revitalisasi Monas, revitalisasi TIM, dan penyelenggaraan Formula E.

Denda Pelanggar Tak Pakai Masker Capai Rp2,87 Miliar
Indonesia
Denda Pelanggar Tak Pakai Masker Capai Rp2,87 Miliar

Data pelanggaran penggunaa masker mengalami peningkatan secara signifikan dalam sepekan terakhir.

Aparat Gabungan Jaring 25 Tunawisma yang Tinggal di Emperan Pasar Tanah Abang
Indonesia
Aparat Gabungan Jaring 25 Tunawisma yang Tinggal di Emperan Pasar Tanah Abang

Sedangkan sebabyak 16 tunawisma lain tidak memiliki KTP sehingga tidak diketahui asal usul warga mana.