Kesehatan
Idap COVID-19 Bolehkah Berpuasa? Dianjurkan untuk menerapkan cara berpuasa yang sehat di tengah pandemi COVID-19. (Foto: Unsplash/Martin Sanchez)

SUDAH menjadi kewajiban bagi umat Muslim untuk Berpuasa di bulan Ramadan. Namun apa jadinya jika pada beberapa orang yang sedang dalam perawatan atau dalam pengawasan terkait COVID-19? Bolehkah mereka berpuasa?

Pada orang yang sedang sakit, hamil, atau menyusui diberikan keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan jika memang tidak mampu untuk menjalaninya. Apalagi jika berpuasa dinilai dapat memperburuk kondisi penyakit dan menurunkan efektivitas pengobatan, maka jangan berpuasa.

Namun ada beberapa kondisi penyakit yang masih dianggap aman untuk berpuasa selama penderitanya menuruti anjuran dokter, terutama dalam hal asupan nutrisi dan cairan, serta jadwal konsumsi obat. Hal yang sama juga berlaku untuk infeksi virus Corona. Merangkum dari laman Alodok, Aman atau tidaknya bagi penderita COVID-19 untuk berpuasa tergantung pada kondisi fisiknya dan pengobatan yang sedang dijalaninya.

Baca Juga:

Para Ibu Hamil, Hentikan Puasa Jika Alami Gejala Ini

Penderita COVID-19 yang tidak boleh berpuasa

puasa
ODP dan OTG umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kuat karena mampu melawan virus di dalam tubuhnya, sehingga infeksi tidak menimbulkan gejala. (Foto: freepik/freepik)

Walau saat ini umat muslim tengah menjalani ibadah puasa, pasien yang positif terkena COVID-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala berat, seperti demam di atas 38 derajat Celsius dan sesak napas, sangat tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan makanan dan minuman mulai dari matahari terbit hingga datangnya azan magrib. Pasien demam rentan mengalami dehidrasi. Bila pasien tersebut juga berpuasa, ia akan lebih berisiko lagi untuk mengalami dehidrasi berat. Ini tentunya bisa memperburuk kondisinya.

Pasien positif COVID-19 maupun PDP dengan gejala berat juga harus mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit dan perlu diberikan cairan infus sepanjang hari. Menurut sebagian ulama, hal ini dapat membatalkan puasa.

Selain itu, alasan lainnya mengapa pasien infeksi virus Corona tidak diperbolehkan berpuasa adalah karena ia harus minum obat dan mengonsumsi makanan yang bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Baca Juga:

Puasa Intermiten dan Puasa Ramadan, Ketahui Perbedan Antara Keduanya!

Penderita COVID-19 yang boleh berpuasa

puasa
Pasien positif COVID-19 maupun PDP dengan gejala berat juga harus mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit dan perlu diberikan cairan infus sepanjang hari dianjurkan tidak berpuasa. (Foto: freepik/freepik)

Berbeda dengan PDP, orang dalam pemantauan (ODP) dengan gejala ringan, seperti batuk dan pilek tanpa demam, masih diperbolehkan untuk berpuasa, kok. Alasannya, ODP dengan gejala ringan cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Jadi, berpuasa bagi ODP masih tergolong aman.

Orang Tanpa Gejala (OTG) pun masih dibolehkan untuk berpuasa. Orang-orang yang termasuk kelompok ini umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kuat karena mampu melawan virus di dalam tubuhnya, sehingga infeksi tidak menimbulkan gejala. Jadi, mereka juga aman untuk berpuasa.

Selain itu, puasa Ramadan terbukti memiliki manfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh dan melawan peradangan. Ditambah lagi, selama berpuasa juga ada larangan untuk merokok. Hal ini baik bagi kesehatan paru-paru dan bisa menurunkan risiko terinfeksi virus Corona serta tingkat keparahan infeksinya.

Jadi, walaupun sudah waktunya berbuka puasa, semua orang sangat disarankan untuk tidak merokok, apalagi ODP dan OTG.

Meskipun tergolong aman, ODP dengan gejala ringan ataupun OTG sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa, apalagi bila memiliki penyakit tertentu yang bisa memperberat COVID-19. Jika merasa tidak enak badan atau gejalanya memberat ketika berpuasa, ODP ataupun OTG dianjurkan untuk membatalkan puasanya.

Selain itu, ODP dan OTG dianjurkan untuk menerapkan cara berpuasa yang sehat di tengah pandemi COVID-19, yaitu dengan mencukupi asupan nutrisi dan cairan, tetap aktif bergerak atau berolahraga ringan walau hanya 15 menit, beristirahat yang cukup, serta beribadah di rumah dan melakukan isolasi mandiri. (DGS)

Baca Juga:

Puasa Beri Banyak Manfaat untuk Ibu Hamil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Manfaat Timun untuk Kesehatan Anak, Bunda Harus Tahu
Fun
Manfaat Timun untuk Kesehatan Anak, Bunda Harus Tahu

Dapat cegah kenaikan berat badan berlebih.

Setelah Absen 60 Tahun, Ornamen Dewi Cadillac Kembali
Hiburan & Gaya Hidup
Harry Styles akan Jadi Mata Kuliah di Texas State University
ShowBiz
Harry Styles akan Jadi Mata Kuliah di Texas State University

Mata kuliah itu bernama Harry Styles and the cult of celebrity: Identity, the internet, and European pop culture.

Sapuan Maskara Sky High Waterproof Bangkitkan Rasa Percaya Diri
Hiburan & Gaya Hidup
Menunggu Kedatangan iPhone Layar Lipat
Fun
Menunggu Kedatangan iPhone Layar Lipat

iPhone layar lipat kemungkinan masih belum dikerjakan.

Gluten Free tak Selalu Berarti Lebih Sehat
Hiburan & Gaya Hidup
Gluten Free tak Selalu Berarti Lebih Sehat

Ada baiknya memahami lebih lanjut tentang gluten.

Pengisi Suara 'Batman Arkham' Kevin Conroy Meninggal Dunia
Fun
Pengisi Suara 'Batman Arkham' Kevin Conroy Meninggal Dunia

Kevin Conroy meninggal karena penyakit kanker.

Cara Tepat Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja
Fun
Cara Tepat Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

Pelecehan di tempat kerja berpotensi terjadi.

Kenali Anak dengan Gangguan Membaca
Fun
Kenali Anak dengan Gangguan Membaca

tingkat membacanya mungkin terlihat tertinggal dari teman-teman sekelasnya.

Hyundai hingga KIA Bakal Mendapatkan Layanan Nvidia Cloud Gaming
Fun