IDAI Publikasikan Ratusan Anak Meninggal Dunia akibat COVID-19 Dua remaja menunjukkan kartu bukti vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Jakarta, Kamis (15/7/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

MerahPutih.com - Sepanjang pandemi COVID-19 berlangsung sejak Maret 2020 hingga saat ini, korbannya tidak hanya lansia dan orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

Berdasarkan studi retrospektif dari data berdasarkan laporan kasus COVID-19 pada anak yang dirawat oleh dokter anak yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selama Maret - Desember 2020, pada gelombang pertama, didapatkan 37.706 kasus anak terkonfirmasi terinfeksi virus corona.

Hasil penelitian IDAI tersebut juga dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Pediatrics yang terbit 23 September 2021 lalu.

Baca Juga:

Anies Beri Beasiswa Anak Yatim Piatu akibat COVID-19

“Penelitian ini adalah gambaran data terbesar pertama kasus COVID-19 anak di Indonesia pada gelombang pertama. Angka kematian yang cukup tinggi adalah hal yang harus dicegah dengan deteksi dini dan tata laksana yang cepat dan tepat," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Aman B Pulungan.

Berdasarkan data tersebut, di antara anak-anak terkonfirmasi corona yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun 26 persen, diikuti 1-5 tahun 23 persen, 29 hari - kurang dari 12 bulan 23 persen, 0 - 28 hari 15 persen, dan 6 - kurang dari 10 tahun 13 persen.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. DR. Dr. Aman B Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Minggu (26/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. DR. Dr. Aman B Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Minggu (26/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Berdasarkan laporan tersebut, diperoleh case fatality rate (CFR) COVID-19 pada anak di Indonesia terdapat 522 kasus kematian dari 35.506 kasus suspek, dan 177 kematian dari 37.706 kasus terkonfirmasi.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa penyebab kematian anak akibat COVID-19 terbanyak dikarenakan faktor gagal napas, sepsis/syok sepsis, serta penyakit bawaan (komorbid).

Sementara komorbid terbanyak pada anak corona yang meninggal adalah malnutrisi dan keganasan, disusul penyakit jantung bawaan, kelainan genetik, tuberkulosis (TBC), penyakit ginjal kronik, celebral palsy, dan autoimun. Sementara 62 anak meninggal tanpa komorbid.

Ketua Satuan Tugas COVID-19 IDAI Yogi Prawira mengatakan, faktor penyebab gagal napas dan sepsis/syok terjadi pada kondisi yang berat sehingga pemantauan kondisi, serta tata laksana secara dini dan tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya dua kondisi tersebut.

Baca Juga:

Ratusan Anak Yatim Piatu Sleman Korban COVID-19 Terima Bantuan Kemensos

Lebih lanjut, laporan riset IDAI tersebut juga menjabarkan distribusi regional kasus COVID-19 pada anak, di mana terdapat 10 daerah di Indonesia dengan kasus anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak yakni: Jawa Barat, Riau, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, DIY, dan Papua.

Juga ada 7 daerah dengan kasus kematian anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak, yaitu: Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. (Asp)

Baca Juga:

Kemendikbud Klaim Ada 25 Klaster COVID-19 Selama PTM, Anak Buah Anies Turun ke Lapangan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ICW Usul Kapolri Bentuk Satgas Khusus Anti Korupsi untuk Novel Baswedan Cs
Indonesia
ICW Usul Kapolri Bentuk Satgas Khusus Anti Korupsi untuk Novel Baswedan Cs

ICW mengusulkan ketika nanti mereka dilantik sebagai ASN, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dapat membentuk satgas khusus antikorupsi di bawah pengawasannya langsung

Pemerintah Dorong Industri Hiburan Adaptasi Teknologi Digital
Indonesia
Pemerintah Dorong Industri Hiburan Adaptasi Teknologi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong industri hiburan tanah air beradaptasi dengan teknologi digital agar tangkas menyikapi perubahan.

Awal Kisah Cinta Adik Jokowi dan Ketua MK
Indonesia
Awal Kisah Cinta Adik Jokowi dan Ketua MK

Hubungan Ketua MK dan Ida Yati belum sampai setengah tahun.

Para Pengamat Ragukan Klaim Big Data Luhut Minta Pemilu Ditunda
Indonesia
Para Pengamat Ragukan Klaim Big Data Luhut Minta Pemilu Ditunda

Big data yang dimaksud Luhut itu segera dibuka ke publik. Sebab, representasi rakyat yang disebut Luhut harus berdasarkan landasan yang jelas.

Indonesia Bersiap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia
Indonesia
Indonesia Bersiap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia

Potensi ekonomi syariah di Indonesia masih terbuka lebar, mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Dana Operasional Gubernur dan Wagub Banten
Indonesia
MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Dana Operasional Gubernur dan Wagub Banten

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan korupsi dana operasional gubernur dan wakil gubernur Banten ke Kejaksaan Tinggi Banten, Senin 14 Februari 2022.

Indonesia Berpeluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia
Indonesia
Indonesia Berpeluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia

Keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal membuat Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia.

Marullah Klarifikasi Polemik Pelantikan Pj Sekda DKI Langkahi Keputusan Presiden
Indonesia
Marullah Klarifikasi Polemik Pelantikan Pj Sekda DKI Langkahi Keputusan Presiden

Gubernur Anies Baswedan akan menggantikan Sekda DKI Marullah Matali dengan Sigit Wijatmoko yang kini menjabat sebagai Asisten Pememrintahan Setda DKI Jakarta.

Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR
Indonesia
Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR

Draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) belum diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Propam Polresta Bogor Tangkap Polisi Tilang Pengendara Rp 2,2 juta
Indonesia
Propam Polresta Bogor Tangkap Polisi Tilang Pengendara Rp 2,2 juta

Oknum anggota Polsek Tanah Sareal berinisial Bripka SAS ditangkap dan ditahan Propam Polresta Bogor buntut aksinya yang menilai seorang pengendara motor sebesar Rp 2,2 juta.