ICW: Tren Penindakan Korupsi Menurun Drastis Selama 2019 Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/sajinka2)

MerahPutih.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan penindakan kasus korupsi oleh penegak hukum baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, maupun Kepolisian menurun selama 2019 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Di 2019 jumlah penaganan perkara korupsi menurun drastis,” kata peneliti ICW Tama S Langkun dalam virtual class bertajuk ”Suap Diberantas, Hoaks Digusur” yang digelar Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), Rabu (2/9).

Baca Juga:

Ketua KPK Tegaskan Pemberantasan Korupsi Tak Akan Berhenti Hanya Karena Pandemi

Rinciannya, pada 2017 aparat penegak hukum berhasil mengungkap 576 kasus korupsi. Kemudian menurun menjadi 454 kasus pada 2018. Sedangkan pada 2019, jumlah kasus korupsi yang terungkap turun hampir 50 persen, menjadi 271 kasus.

Peneliti ICW Tama S. Langkun sebut banyak kepala desa jadi tersangka (MP/Ponco Sulaksono)
Peneliti ICW Tama S Langkun. (MP/Ponco Sulaksono)

Tama mengatakan, hal itu menyebabkan penurunan jumlah tersangka kasus korupsi. Sepanjang 2015 hingga 2018 penindakan kasus korupsi rata-rata menghasilkan 1.000 tersangka per tahun. Namun pada 2019, hanya 580 tersangka kasus korupsi.

“Jadi hanya setengahnya dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Tama.

Baca Juga:

Jaksa Petieskan Kasus Korupsi Bekas Bos BPN yang Tewas di Toilet Kejati Bali

Tama melanjutkan, dari 271 kasus korupsi yang ditangani KPK, Kejagung dan Polri, sepanjang 2019 jumlah kerugian negaranya mencapai Rp8,04 triliun. Berdasarkan data ICW, KPK tercatat menangani 62 kasus dengan 155 tersangka, Kejaksaan RI menangani 109 kasus dengan 216 tersangka, dan Polri menangani 100 kasus dengan 209 tersangka.

“(Penindakan kasus korupsi menurun) entah karena memang pergantian pimpinan KPK. Atau kepolisian dan kejaksaan orientasinya bukan pada hal-hal yang berhubungan dengan perkara korupsi. Mungkin lebih ke soal perkara-perkara pidana, seperti UU ITE, dan sebagainya,” tutup Tama. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Eks Pejabat Mabes Polri Terkait Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda NTT Berangkatkan Enam Kapal dan Lima Perahu Karet Bantu Korban Banjir Bandang
Indonesia
Polda NTT Berangkatkan Enam Kapal dan Lima Perahu Karet Bantu Korban Banjir Bandang

Kami sudah koordinasi dengan para Kapolda untuk langsung mengirimkan bantuan ke NTT

Pandemi, Bank Mandiri Optimis Kredit Sindikasi Meningkat
Indonesia
Pandemi, Bank Mandiri Optimis Kredit Sindikasi Meningkat

Bank Mandiri tercatat sebagai Mandated Lead Arranger terbaik karena berhasil mengelola kredit sindikasi dengan nilai total terbesar, yakni 879,09 juta dolar AS dari sembilan transaksi.

Jakarta Kembali Terapkan Gage, TransJakarta Tambah 155 Armada
Indonesia
Jakarta Kembali Terapkan Gage, TransJakarta Tambah 155 Armada

Transjakarta menambah sebanyak 155 unit armada atau sebesar 25 persen pada 10 ruas Koridor pada Senin (3/8) besok.

Sebelum Sahkan Perda Penanggulangan COVID-19, Ketua DPRD DKI Kedatangan Tamu
Indonesia
Sebelum Sahkan Perda Penanggulangan COVID-19, Ketua DPRD DKI Kedatangan Tamu

Melonjaknya penambahan kasus positif di Jakarta dipicu dengan padatnya mobilitas warga DKI

Polisi Ultimatum Ketua FPI dan Anak Buahnya, Menyerahkan Diri atau Ditangkap
Indonesia
Polisi Ultimatum Ketua FPI dan Anak Buahnya, Menyerahkan Diri atau Ditangkap

"Untuk lima tersangka yang lain kita beri dua opsi, pertama menyerahkan diri sama dengan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) atau opsi kedua kita tangkap," kata Yusri

PDIP Rekomendasikan Gibran-Teguh, Purnomo: Saya Diberi Tahu Jokowi
Indonesia
PDIP Rekomendasikan Gibran-Teguh, Purnomo: Saya Diberi Tahu Jokowi

Purnomo mengaku mendapatkan kabar rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh ayahnya Gibran.

Menantu Jokowi Masih Unggul dari Pesaingnya di Pilkada Medan
Indonesia
Menantu Jokowi Masih Unggul dari Pesaingnya di Pilkada Medan

Data masuk sebanyak 51,06 persen hingga Sabtu, pukul 12.10 WIB

Sidang Rizieq, Polisi Gandakan Pengamanan di PN Jakarta Timur
Indonesia
Sidang Rizieq, Polisi Gandakan Pengamanan di PN Jakarta Timur

Jumlah personel gabungan ditambah karena melihat antusiasme dari simpatisan Rizieq Shihab pada sidang Selasa (16/3). Selain itu, agar persidangan dapat berjalan tanpa kendala.

Keberadaan Djoko Tjandra Masih Misteri, Mahfud Bakal Panggil 4 Institusi
Indonesia
Keberadaan Djoko Tjandra Masih Misteri, Mahfud Bakal Panggil 4 Institusi

Di dalam negara demokrasi itu masyarakat harus tahu semua proses-proses yang tidak akan menyebabkan terbongkarnya rahasia

Klaim Jaklingko Bikin Warga Sejahtera, Anies: Armada Kami Tambah Artinya Punya Uang
Indonesia
Klaim Jaklingko Bikin Warga Sejahtera, Anies: Armada Kami Tambah Artinya Punya Uang

Sistem Jaklingko ini tidak hanya menguntungkan masyarakat