ICW: Pecat Kompol Rosa Upaya Firli Rusak Sistem SDM di KPK Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, mengkritik langkah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang mengembalikan penyidik Kompol Rosa Purbo Bekti ke Mabes Polri.

Rosa merupakan penyidik yang menangani kasus dugaan suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) Caleg PDIP Harun Masiku yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Baca Juga:

Firli Bahuri Tegaskan Sudah Berhentikan Kompol Rosa Sebagai Penyidik KPK

"Pengembalian penyidik KPK ke instansi Polri semakin menunjukkan ketidakpahaman Firli terkait nilai-nilai yang selama ini ada di KPK. Dan ini adalah upaya sistematis dari yang bersangkutan untuk mengacak-acak atau merusak sistem SDM yang berjalan di KPK," kata Kurnia, Rabu (5/2).

Kurnia mengaku heran atas keputusan Filri tersebut. Pasalnya, Rosa telah berhasil mengungkap skandal korupsi PAW anggota DPR justru dikembalikan ke institusi asalnya. Terlebih, masa kerja Rosa di KPK baru habis pada September 2020 mendatang.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap
Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo (MP/Ponco Sulaksono)

"Bagaimana mungkin seseorang yang mengungkap skandal korupsi PAW di KPU dan dia juga belum selesai masa jabatannya di KPK, secara serta merta diberhentikan dari KPK dan dikembalikan ke Polri," tegasnya.

Kurnia menilai gaya kepemimpinan Firli di KPK cenderung otoriter. Menurut dia, lembaga antirasuah ke depan akan hancur dengan sistem yang telah dan akan 'diacak-acak' oleh jenderal bintang tiga tersebut.

"Jadi, kita memprediksi ke depan KPK akan semakin hancur baik dari sistem yang selama ini berjalan di KPK, dirusak oleh yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Kurnia, jika gaya kemepimpinan Firli tak berubah, kepercayaan publik pada lembaga yang lahir dari rahim reformasi ini akan semakin menurun.

"Dan ini harus kita sematkan kepada Firli sebagai penanggung jawab utama kerusakan KPK hari-hari ini," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan Wadah Pegawai KPK menyayangkan keputusan sepihak pimpinan KPK yang mengembalikan Kompol Rosa ke instansi asalnya, Polri.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap menyebut pengembalian itu dilakukan secara sepihak karena Rosa tidak pernah menerima surat pemberhentian sebagai penyidik lembaga antirasuah.

Baca Juga:

WP KPK Minta Tak Ada Lagi Penarikan Pegawai Secara Mendadak

"Mas Rosa tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK ataupun diantarkan pihak KPK ke Mabes Polri untuk dikembalikan," kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/2).

Yudi mengaku pihaknya sudah mengonfirmasi langsung kepada Rosa soal surat pemberhentian ini. Menurut Yudi, saat ini Rosa masih ingin kerja di KPK.

"Bahwa Mas Rosa masih ingin bekerja sebagai penyidik KPK, apalagi sudah ada pernyataan dari Mabes Polri menyatakan bahwa Mas Rosa tidak ditarik karena masa tugasnya masih sampai September 2020," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

WP KPK: Buzzer Ingin Bunuh Karakter Novel dengan Narasi Kasus Teror Rekayasa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPRD DKI Tegaskan Penjamin Rizieq Enggak Harus Anies
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Tegaskan Penjamin Rizieq Enggak Harus Anies

Hingga saat ini setidaknya ada tiga politisi, yang siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Rizieq Shihab

Korlantas Jawab Keraguan Masyarakat Operasi Patuh Tak Punya Power
Indonesia
Korlantas Jawab Keraguan Masyarakat Operasi Patuh Tak Punya Power

Operasi Patuh yang digelar mulai 23 Juli sampai 6 Agustus 2020

Akademisi: Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Ajaran Islam
Indonesia
Akademisi: Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Ajaran Islam

Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto itu menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Jokowi Keluarkan 7 Instruksi ke Polri di HUT Bhayangkara
Indonesia
Jokowi Keluarkan 7 Instruksi ke Polri di HUT Bhayangkara

Jokowi mengingatkan jajaran Polri juga harus aktif dalam mengawal penyaluran bantuan sosial

Pemerintah Gelar Pelatihan Digitalisasi Pemasaran Produk Halal
Indonesia
Pemerintah Gelar Pelatihan Digitalisasi Pemasaran Produk Halal

Setelah mengikuti program pelatihan peserta yang dinilai memenuhi kualifikasi akan mendapatkan sertifikasi halal dan juga akan diarahkan untuk mengakses layanan pendampingan di pusat layanan usaha terpadu UMKM di daerah.

Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub
Indonesia
Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub

"Direncanakan 23 Maret. Tapi, korban wabah corona di jakarta semakin bertambah bahkan di DPRD pun sudah ada yang jadi suspect," kata Suhaimi

Anies Hadiri Panggilan Polda Metro, PKS: Hal yang Biasa
Indonesia
Anies Hadiri Panggilan Polda Metro, PKS: Hal yang Biasa

Anies Baswedan telah mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi pelanggaran protokol kesehatan.

Fedrik Meninggal, Kejari Jakut Ditutup
Indonesia
Fedrik Meninggal, Kejari Jakut Ditutup

Kejaksaan Negeri Utara tidak akan membuka pelayanan umum sementara.

Polisi Bongkar Kasus Penyelundupan Narkoba ke Lapas Bermodus Tulang Iga Sapi
Indonesia
Polisi Bongkar Kasus Penyelundupan Narkoba ke Lapas Bermodus Tulang Iga Sapi

NS ditangkap saat menyelundupkan narkoba itu ke Lapas Salemba, Januari lalu dan ED ditangkap di Kendal

 Dikritik Jual 10 Kali Lipat Lebih Mahal, Pasar Jaya Gelar Operasi Pasar Masker
Indonesia
Dikritik Jual 10 Kali Lipat Lebih Mahal, Pasar Jaya Gelar Operasi Pasar Masker

"Setidaknya ada satu juta pcs masker yang coba disiapkan oleh Pasar Jaya untuk dijual bekerjasama dengan himpunan pedagang farmasi Pasar Pramuka," kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin