ICW Minta KPK Hadirkan Lili Pintauli di Sidang Kasus Tanjungbalai Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Antara/HO-Humas KPK)

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Wakil Ketua lembaga antirasuah Lili Pintauli Siregar dalam persidangan kasus suap penanganan perkara di Tanjungbalai.

"ICW mendorong agar Komisioner KPK, Lili Pintauli Siregar, dihadirkan sebagai saksi di persidangan suap terkait penanganan perkara di Tanjung Balai. Sebab, namanya sudah berulang kali disebut-sebut oleh sejumlah pihak," kata Peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Baca Juga:

ICW Desak Dewas Periksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

ICW menilai keterangan Lili penting untuk membuat terang perkara ini. Tanpa keterangan Lili, pernyataan mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju bakal berdiri sendiri.

"Tindakan ini penting dilakukan untuk semakin memperjelas peran-peran Lili dalam sengkarut perkara tersebut," ujar Kurnia.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pimpinan KPK tidak ada yang terlibat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai. Menurut Firli, Robin hanya 'bermain' sendiri.

Baca Juga:

ICW Nilai Penegakan Etik Dewas Terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Lemah

"Tidak ada internal yang terlibat dalam perbuatan SRP (Stepanus Robin Pattuju) termasuk atasannya. Tidak ada bukti bahwa atasannya terlibat perkara SRP," tegas Firli. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penumpang KAI Daop 8 Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Indonesia
Penumpang KAI Daop 8 Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Jika data tidak muncul di layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual

ICW Sarankan Novel Baswedan Pimpin Tim Buru Harun Masiku
Indonesia
ICW Sarankan Novel Baswedan Pimpin Tim Buru Harun Masiku

Saran itu didasari lantaran tim satgas yang dipimpin Novel memiliki kinerja cukup memuaskan dalam meringkus sejumlah buronan kakap

Awas, Anak-anak Berpotensi Jadi Korban Naiknya Angka COVID-19 di Luar Jawa dan Bali
Indonesia
Awas, Anak-anak Berpotensi Jadi Korban Naiknya Angka COVID-19 di Luar Jawa dan Bali

Pemerintah diminta memperhatikan mulai naiknya penularan COVID-19 di luar Jawa dan Bali.

Warga dan Pedagang Pasar Kleco Solo Rela Antre Demi Sembako dari Jokowi
Indonesia
Warga dan Pedagang Pasar Kleco Solo Rela Antre Demi Sembako dari Jokowi

"Saya menunggu penumpang becak di pinggir jalan yang akan dilewati Presiden Jokowi. Tiba-tiba didatangi petugas dikasih paket sembako," kata Yanto

Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita
Indonesia
Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita

Ibas merasa bersyukur karena kebenaran dan keadilan masih ada di tanah air.

20 Korban Bom Gereja Katedral Makassar Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Indonesia
20 Korban Bom Gereja Katedral Makassar Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Sebanyak 20 warga menjadi korban bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi WITA.

Ini Kata Wagub Soal Ditemukan Pedagang Daging Anjing di Pasar Senen
Indonesia
Ini Kata Wagub Soal Ditemukan Pedagang Daging Anjing di Pasar Senen

Pemprov DKI Jakarta menyayangkan pedagang yang menjual daging anjing di Pasar Senen.

Besok Jokowi Lantik Komjen Listyo Sebagai Kapolri Setelah Divaksin
Indonesia
Besok Jokowi Lantik Komjen Listyo Sebagai Kapolri Setelah Divaksin

Pada Jumat (22/1), pihak Istana Kepresidenan menerima surat persetujuan DPR

Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19
Indonesia
Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tren kenaikan kasus aktif COVID-19 imbas dari libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Pengelola Kantor dan Tempat Makan Langgar PPKM Darurat Bakal Dipidana
Indonesia
Pengelola Kantor dan Tempat Makan Langgar PPKM Darurat Bakal Dipidana

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kali ini disebut yang paling tegas dibanding aturan sebelumnya.