ICW Kritik KPK Sudah 300 Hari Tak Mampu Tangkap Buron Harun Masiku Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist

MerahPutih.com - Buronan tersangka pemberi suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang belum mampu meringkus eks caleg PDIP tersebut.

"Sejak KPK memasukkan Harun Masiku ke dalam daftar buronan pada 17 Januari 2020, praktis per hari ini genap sudah 300 hari mantan calon anggota legislatif PDIP seakan hilang bak ditelan bumi," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (13/11).

Baca Juga:

KPK Evaluasi Total Satgas Pemburu Harun Masiku

Menurut Kurnia, kegagalan KPK menangkap Harun Masiku merupakan bukti ketidakmampuan Firli Bahuri memimpin lembaga antirasuah.

"Sekaligus telah merubah KPK menjadi lembaga yang tidak lagi disegani oleh para pelaku kejahatan," tegas dia.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Untuk itu, ICW mendesak agar KPK segera membubarkan tim satuan tugas yang diberikan mandat untuk mencari keberadaan Harun Masiku.

"Selain itu, pimpinan KPK juga mesti mengevaluasi kinerja dari Deputi Penindakan. Sebab pada dasarnya, tim satgas tersebut berada di bawah pengawasan dari yang bersangkutan," kata Kurnia.

Dalam kasus dugaan suap PAW Fraksi PDIP, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

Baca Juga:

ICW Minta KPK Libatkan Tim Novel Baswedan Buru Harun Masiku

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Wahyu dan Agustiani telah divonis dalam kasus ini. Mantan komisioner KPU itu divonis enam tahun penja, sedangkan Agustiani Tio divonis empat tahun penjara. Sementara itu, Saeful Bahri telah divonis satu tahun dan delapan penjara.

Saeful Bahri terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Ketiganya telah dijebloskan ke Lapas untuk menjalankan hukuman pidana. (Pon)

Baca Juga:

ICW: KPK Era Firli Bahuri Sejak Awal Tak Mau Ringkus Harun Masiku

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Sejumlah Mal yang Bakal Jadi Lokasi Pengawasan Kedisiplinan Warga
Indonesia
Ini Sejumlah Mal yang Bakal Jadi Lokasi Pengawasan Kedisiplinan Warga

Beberapa pusat perbelanjaan yang menjadi fokus pengawasan berada di kawasan Bundaran HI mengingat di wilayah tersebut sangat ramai.

Program Normalisasi Sungai Tak Dihapus, Wagub Minta PSI Jangan Asbun
Indonesia
Program Normalisasi Sungai Tak Dihapus, Wagub Minta PSI Jangan Asbun

Pemprov DKI Jakarta menegaskan jika program normalisasi sungai garapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2017-2022.

Artis Inisial RR Ditangkap Terkait Narkoba
Indonesia
Artis Inisial RR Ditangkap Terkait Narkoba

Seorang artis berinisial RR ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya diduga terlibat penyalahgunaan narkoba

Bos Amigos Akui Citra Cafenya Jelek Karena Virus Corona
Indonesia
Bos Amigos Akui Citra Cafenya Jelek Karena Virus Corona

Amigos akan ditutup selama 14 hari untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi

Legislator PDIP Sarankan Jokowi Perintahkan Jakarta Lockdown
Indonesia
Legislator PDIP Sarankan Jokowi Perintahkan Jakarta Lockdown

jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 790 orang dan 58 orang meninggal dunia serta 31 sembuh.

Jika Terbukti Langgar Aturan Hidup Mewah, Firli Diminta Mundur
Indonesia
Jika Terbukti Langgar Aturan Hidup Mewah, Firli Diminta Mundur

Boyamin pun menyerahkan seluruh pertimbangan dan keputusan kepada Dewas KPK

Penerimaan Pajak Turun, DJP Ketuk Hati Warga Negara
Indonesia
Penerimaan Pajak Turun, DJP Ketuk Hati Warga Negara

"Hari Pajak kali ini kita jadikan sebagai momentum dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk taat dan patuh membayar pajak,” ujar Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo

Cek Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac, Darah Relawan Uji Klinis Dicek Balitbangkes
Indonesia
Cek Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac, Darah Relawan Uji Klinis Dicek Balitbangkes

Pemilihan vaksin COVID-19 harus memenuhi beberapa faktor, antara lain, memenuhi unsur keamanan, harus cepat, dan harus juga mandiri.

[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19

Beredar melalui pesan berantai Whatsapp informasi yang menyebutkan belasan orang terpapar positif COVID-19 di Transmart.

Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 321.038 Orang
Indonesia
Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 321.038 Orang

Dengan positivity rate 16,1 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 1.661 jiwa.