ICW: KPK Era Firli Bahuri Sejak Awal Tak Mau Ringkus Harun Masiku Harun Masiku. Foto: Isitmewa

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri Cs bukan tak mampu meringkus buronan Harun Masiku. Menurut ICW, Firli Bahuri Cs memang dinilai tidak mau menangkap Politikus PDIP itu sejak awal.

“Sejak awal ICW sudah memiliki keyakinan bahwa KPK bukan tidak mampu untuk meringkus mantan calon legislatif asal PDIP, Harun Masiku, akan tetapi memang tidak mau,” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Menurut Kurnia, rekam jejak dan reputasi KPK selama ini sejatinya dikenal baik dalam mencari buronan kasus korupsi. Namun, di era Firli Bahuri, kata Kurnia, performa penindakan lembaga antirasuah justru sangat menurun drastis.

Baca Juga

Pakar Hukum Duga Hilangnya Harun Masiku Dipengaruhi Tekanan Politik

“ICW juga turut mengusulkan agar Tim Satuan Tugas yang sebelumnya dibentuk untuk mencari Harun Masiku lebih baik dibubarkan saja. Sebab, sampai saat ini efektivitas dari tim tersebut tidak kunjung terlihat,” tegas dia.

Kurnia menilai, seharusnya Pimpinan KPK mengevaluasi kinerja Deputi Penindakan Karyoto. Sebab, Karyoto adalah pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab atas buruknya performa Tim Satuan Tugas pencarian Harun Masiku.

ICW juga berharap Dewan Pengawas KPK turun tangan untuk menyikapi polemik ketidakjelasan kinerja KPK dalam menangkap Harun Masiku.

"Misalnya dengan memanggil Ketua KPK dan Deputi Penindakan untuk dimintai keterangan terkait kendala-kendala apa saja yang dihadapi untuk dapat menemukan dan menangkap Harun Masiku,” kata Kurnia.

Baca Juga

Satpam Kantor Hasto Akui Minta Harun Masiku Rendam Ponsel Saat OTT KPK

Diketahui, hingga kini Politikus PDIP yang terjerat kasus suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR tersebut masih buron. Harun Masiku masuk daftar pencarian orang sejak Awal 2020. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar
Indonesia
Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar

Sinabung erupsi sejak Sabtu (8/8) sampai hari ini Senin 10 Agustus 2020.

Pengguna Tiket Harian Berkurang, Antrean Naik KRL Terurai
Indonesia
Pengguna Tiket Harian Berkurang, Antrean Naik KRL Terurai

Saat ini persentase pengguna KRL yang memanfaatkan transaksi non tunai mencapai hampir 80 persen.

Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat
Indonesia
Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat

Potensi resesi secara teknis kian dekat, terlebih beberapa indikator juga menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih dalam kondisi tertekan akibat pandemi COVID-19.

Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Bertambah Jadi 31 Orang
Indonesia
Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Bertambah Jadi 31 Orang

Sebelumnya sebanyak 12 orang ditetapkan sebagai tersangka pengambilan paksa jenazah pasien PDP virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan.

Larangan Berlaku Mulai 24 April, Menteri Agama Beberkan Mudarat Mudik
Indonesia
Larangan Berlaku Mulai 24 April, Menteri Agama Beberkan Mudarat Mudik

Tanpa disadari, dapat membawa virus corona ke kampung halaman.

Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo
Indonesia
Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo

"Sehingga meresahkan Masyarakat Adat Manggarai Barat," kata Petrus

Polisi Bantah Sudah Tetapkan Said Didu Sebagai Tersangka
Indonesia
Polisi Bantah Sudah Tetapkan Said Didu Sebagai Tersangka

Informasi itu muncul lantaran beredar surat Dirtipidsiber Bareskrim Polri Nomor B/47/VI/2020/Dittipidsiber Bareskrim tertanggal 10 Juni 2020

Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten
Indonesia
Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten

Warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang

Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional
Indonesia
Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional

Buruh Indonesia menolak surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020.